Pendidikan
Sosial

Kolaborasi 3 Kampus Wujudkan Remaja Peduli HIV Melalui Program KITA SEBAYA di Kota Ternate

KITA SEBAYA - Tim PMKI Unhas, Unsri, dan Undip melatih 15 siswa SMA Mafakati menjadi pendidik sebaya pencegahan HIV melalui Program KITA SEBAYA di Pulau Hiri, Ternate, Kamis (6/8/2026). (Dok Tim PMKI 2026)

TERNATE, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Diponegoro berkolaborasi melaksanakan Program KITA SEBAYA untuk memperkuat edukasi pencegahan HIV di kalangan remaja di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan dipusatkan di SMA Mafakati Pulau Hiri. Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia atau PMKI yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Program KITA SEBAYA merupakan akronim dari Kolaborasi Inovatif, Transformasi, dan Aksi Sebaya untuk Pencegahan HIV.

Program dilaksanakan secara serentak di tiga kota oleh tim Universitas Hasanuddin, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Diponegoro. Pulau Hiri dipilih sebagai salah satu lokasi karena merupakan wilayah kepulauan yang membutuhkan penguatan akses promosi kesehatan bagi remaja.

Ketua pelaksana kegiatan di Ternate, Dr Shanti Riskiyani SKM MKes, mengatakan KITA SEBAYA dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja melalui pendekatan pendidik sebaya atau peer educator. 



Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Dr Shanti Riskiyani SKM MKes. (Dok Unhas TV)


Pendekatan tersebut dipadukan dengan penggunaan situs web edukasi digital. Model pembelajaran dirancang agar remaja tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikan pengetahuan kesehatan kepada teman-temannya dengan bahasa yang mudah dipahami.

"Sebanyak 15 siswa SMA Mafakati mengikuti Pelatihan Pendidik Sebaya atau Training of Trainers," kata Shanti yang merupakan dosen sekaligus Ketua Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas).

"Pelatihan menggunakan metode bermain peran untuk menggambarkan berbagai situasi yang kerap dihadapi remaja dalam pergaulan sehari-hari," tambahnya.

Melalui metode itu, siswa memperoleh pengetahuan dasar mengenai HIV, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Peserta juga dilatih berkomunikasi, mengambil keputusan secara sehat, menghadapi tekanan teman sebaya, dan menyampaikan informasi yang benar.

Tugas Dampingi 40 Siswa

Setelah mengikuti pelatihan, para pendidik sebaya akan mendampingi 40 siswa selama enam minggu. Pendampingan dilakukan dalam kelompok kecil melalui diskusi, edukasi, simulasi, dan praktik pencegahan perilaku berisiko.

Situs web KITA SEBAYA digunakan sebagai media pembelajaran mandiri sekaligus alat evaluasi formatif. Tim pelaksana akan memantau perkembangan pengetahuan dan pemahaman peserta pada setiap sesi pendampingan.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Kepala SMA Mafakati Pulau Hiri beserta jajaran guru. Perwakilan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Ternate, Puskesmas Hiri, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Penyuluh Keluarga Berencana Pulau Hiri turut terlibat.

Para pemangku kepentingan menyatakan komitmen untuk menjaga keberlanjutan program melalui pembagian peran sesuai dengan fungsi masing-masing. Sekolah akan memasukkan kegiatan pendidik sebaya ke dalam program pembinaan siswa.

Puskesmas Hiri akan memperkuat layanan dan edukasi kesehatan yang ramah remaja. Sementara itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bersama penyuluh keluarga berencana akan mendukung edukasi kesehatan reproduksi melalui Program Generasi Berencana atau GenRe.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena pencegahan HIV pada remaja tidak dapat dilaksanakan oleh satu lembaga. Sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, keluarga, dan perguruan tinggi harus bekerja bersama untuk memperluas informasi kesehatan yang benar.

Melalui program tersebut, remaja diharapkan tidak sekadar menjadi sasaran edukasi, tetapi berkembang menjadi agen perubahan.

"Mereka diproyeksikan mampu meningkatkan literasi kesehatan, membangun budaya saling mengingatkan, serta mendorong perilaku pencegahan HIV di sekolah dan masyarakat, jelas Shanti.

KITA SEBAYA juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung target eliminasi AIDS pada 2030.

Program ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai model pemberdayaan remaja yang berkelanjutan dan direplikasi di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah kepulauan serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. (*)