Breaking News
Mahasiswa

Korpala Unhas Turunkan Regu Khusus Penyelamat ke Bulusaraung, Hadapi Medan Ekstrem dan Cuaca Buruk

Korpala Unhas ambil bagian dalam operasi kemanusiaan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Korps Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Hasanuddin (Korpala Unhas) turut ambil bagian dalam operasi kemanusiaan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Keterlibatan Korpala Unhas ditandai dengan pengiriman regu khusus penyelamat yang memiliki kemampuan teknis penyelamatan medan ekstrem.

Ketua Korpala Unhas Periode 2026, Muhammad Rafly Azzah Mulyadi, menjelaskan bahwa medan Bulusaraung menjadi tantangan besar bagi seluruh unsur yang terlibat dalam tim SAR gabungan.

“Medan di Bulusaraung itu cukup terjal, banyak batuan lepas, licin, dan berbatu. Ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi di lokasi yang akan dilakukan rescue,” ujar Rafly saat diwawamcara di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unhas, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi cuaca buruk turut memperparah situasi di lapangan. Hujan yang turun menyebabkan kontur jalur semakin licin dan menyulitkan mobilisasi tim.

“Dari informasi yang kami terima, cuaca memang tidak memungkinkan untuk pergerakan. Karena risikonya sangat besar dan berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi personel,” jelasnya.

Rafly menyebutkan bahwa hingga kini Korpala Unhas telah mengirimkan total 10 personel ke lokasi kejadian, yang dilakukan secara bertahap.

Pada 17 Januari 2026 pukul 21.00 WITA, Korpala Unhas mengirim dua personel sebagai tim Hasty untuk melakukan pencarian informasi awal di lapangan.

Selanjutnya, pada 18 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, tim Hasty ditarik kembali ke Mabes Korpala Unhas, kemudian dikirim enam personel Resusmat (Regu Khusus Penyelamat) ke kawasan Bulusaraung.

Penguatan kembali dilakukan pada 19 Januari 2026 pukul 06.00 WITA, dengan mengirim empat personel tambahan untuk bergabung bersama tim Resusmat.

“Pengiriman personel ini merupakan inisiatif dari KORPALA Unhas sendiri. Kami melihat di lapangan dibutuhkan potensi sumber daya yang memiliki kemampuan penggunaan alat, khususnya dalam teknik vertical rescue,” ungkap Rafly.

Dalam operasi tersebut, KORPALA Unhas bergabung dengan Tim SAR Gabungan yang melibatkan prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodam XIV/Hasanuddin, Basarnas, serta unsur relawan lainnya. 

Tim SAR gabungan sebelumnya berhasil mengevakuasi satu korban berjenis kelamin laki-laki di lokasi jatuhnya pesawat, yang berada di area sulit dijangkau dengan kontur tebing curam dan vegetasi hutan lebat. 

Evakuasi korban dilakukan menggunakan teknik hoist, yakni mengangkat korban dengan sistem tali dari tepi lereng. Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlanjut, seiring penyisiran area sekitar lokasi kejadian.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)