MAKASSAR, UNHAS.TV - Sekolah Pascasarjana (SPs) Unhas menghadirkan pakar pengendalian tembakau tingkat Asia Pasifik, Tara Singh Bam, dalam kuliah tamu bertajuk “Tobacco Control in Asia Pacific” di Aula Prof Fachruddin, SPs Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang digelar SPs Unhas itu membahas tantangan, kebijakan, dan strategi pengendalian tembakau di kawasan Asia Pasifik. Puluhan mahasiswa, akademisi, peneliti, serta kalangan profesional mengikuti forum tersebut.
Tara Singh Bam merupakan Asia Pacific Director for Tobacco Control Vital Strategies. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pengendalian tembakau tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan.
Menurut dia, kebijakan tembakau juga berkaitan dengan kualitas lingkungan, kondisi sosial, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Pengendalian tembakau bukan hanya soal kesehatan. Ini juga menyangkut bagaimana kita memperbaiki lingkungan dan meningkatkan status sosial ekonomi masyarakat,” kata Tara.
Ia mengatakan perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun pengetahuan, melahirkan riset, serta mendorong kebijakan berbasis bukti.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, organisasi masyarakat, dan generasi muda dinilai diperlukan agar upaya pengendalian tembakau dapat berjalan lebih efektif.
Tara juga menyebut mahasiswa sebagai kelompok strategis yang dapat berperan sebagai pemimpin perubahan. Karena itu, ia mendorong keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, kampanye kesehatan, dan advokasi kebijakan yang berkaitan dengan konsumsi tembakau.
Dalam kuliah tersebut, Tara membagikan sejumlah pengalaman program kesehatan masyarakat yang dijalankan di tingkat Asia Pasifik dan global.
Ia berharap peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pengendalian tembakau, termasuk dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sosial ekonomi.
“Saya ingin berbagi tentang apa yang telah kami pelajari di Asia Pasifik dan di tingkat global, serta bagaimana pengendalian tembakau dapat meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD (L), mengatakan kuliah tamu itu merupakan bagian dari upaya memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Pascasarjana dan Unhas secara keseluruhan.
Sekolah Pascasarjana, kata dia, terus menghadirkan isu-isu aktual yang memiliki relevansi luas bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kepentingan masyarakat.
Menurut Sukri, isu pengendalian tembakau penting dibahas karena dampaknya melampaui bidang kesehatan. Persoalan tersebut bersinggungan dengan kebijakan publik, lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan perilaku sosial.
“Kampus memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bebas asap rokok, dan mendukung tumbuhnya budaya hidup sehat,” kata Sukri.
Ia menilai kehadiran pakar internasional dapat membuka ruang interaksi akademik yang lebih luas. Forum semacam ini juga diharapkan mendorong mahasiswa dan dosen mengembangkan penelitian multidisiplin yang dapat memberikan rekomendasi bagi pemerintah dan masyarakat.
Sukri mengatakan Unhas, sebagai institusi pendidikan multidisiplin, perlu mengambil peran lebih kuat dalam merespons persoalan kesehatan publik. Peran itu tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran, tetapi juga melalui riset, pengabdian masyarakat, dan penguatan kebijakan kampus.
Kuliah tamu tersebut turut menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai dinamika pengendalian tembakau di berbagai negara Asia Pasifik.
Setiap negara menghadapi tantangan berbeda, mulai dari tingginya konsumsi rokok, paparan asap rokok, promosi industri tembakau, hingga lemahnya penerapan kawasan tanpa rokok.
Para peserta juga diberi ruang berdiskusi mengenai peluang penguatan kebijakan kawasan tanpa rokok dan kontribusi perguruan tinggi dalam mengawal implementasinya secara berkelanjutan dan konsisten.
Melalui forum ini, Unhas berharap lahir gagasan, penelitian, dan kerja sama baru untuk memperkuat pengendalian tembakau.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya universitas memperluas kontribusi akademik terhadap penyelesaian persoalan kesehatan masyarakat di tingkat regional dan global.
Tara berharap diskusi tersebut tidak berhenti di ruang kuliah. Ia mendorong peserta menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi riset, advokasi, serta tindakan nyata yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya tembakau.
(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)
PENGENDALIAN TEMBAKAU - Direktur Asia Pasifik Vital Strategies Tara Singh Bam memaparkan strategi pengendalian tembakau kepada civitas akademika Unhas melalui kuliah tamu di Aula Prof Fahruddin, Sekolah Pascasarjana Unhas, Makassar, Selasa (4 /8/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)








