ACEH TENGAH, UNHAS.TV - Memasuki hari ketujuh misi kemanusiaan Tim Medis Unhas di Aceh Tengah, Minggu (21/12/2025), tim berangkat menuju Desa Bergang, Kecamatan Ketol, sebuah wilayah yang terisolasi akibat akses jalan yang terputus total.
Perjalanan dimulai dengan berkendara selama dua jam menuju posko utama. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat tim harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 6 km melintasi perbukitan terjal.
Adrenalin tim diuji ketika harus menyeberangi sungai deras setinggi 6 meter hanya dengan menggunakan jembatan bambu darurat dan seutas tali sling sebagai pegangan—tanpa pengaman tambahan.
Keletihan fisik terbayar lunas saat tim tiba di Desa Bergang dan disambut antusias warga. Tim segera bergerak cepat dengan membuka enam pos layanan kesehatan primer, yang meliputi tiga pos anamnesis dan pemeriksaan fisis, dua pos farmasi, dan satu pos pemeriksaan penunjang (gula darah, kolesterol, dan asam urat).
Tim Medis Unhas menjadi tim relawan kesehatan pertama di luar Aceh yang berhasil mencapai desa terpencil tersebut. Meski harus bertaruh nyawa menyeberangi jembatan bambu setinggi 6 meter dan mendaki perbukitan sejauh 6 kilometer, dedikasi tim tidak surut.
Kedatangan mereka menandai berakhirnya penantian warga akan bantuan medis profesional. Selain membuka layanan pemeriksaan fisik dan cek metabolik bagi 144 warga, tim juga mendistribusikan bantuan obat-obatan yang selama ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut.
Kehadiran Tim Medis Unhas di tengah keterisolasian ini menjadi secercah harapan bagi masyarakat Desa Bergang yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
Tim medis Unhas yang dipimpin oleh dr Muhammad Phetrus Johan MKes PhD SpOT Subsp Onk Ort R(K) ini beranggotakan delapan orang yakni dr Suriani Alimuddin SpPD KAI FINASIM (konsulen), dr Yudha Prasetya (tenaga kesehatan), dr Akhmad Muhajir (tenaga kesehatan), dr Marzuki (tenaga kesehatan), dr Faqi Nurdiansyah Hendra (tenaga kesehatan), Yuki Nurindar Rizal (mahasiswa), Andi Muhammad Farid (mahasiswa), dan Bagus Izzul Islam (mahasiswa).
Tim ini berada di Aceh atas penugasan Lemabaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencanna di Wilayah Aceh di Kota Takeongon, Provinsi Aceh. Tim ini direncanakan akan berada di wilayah bencana mulai 15 Desember hingga 28 Desember 2026.(*)
MEDIS - Tim Medis Unhas menyeberangi sungai menggunakan jembatan kawat saat menuju lokasi terdampak bencana di Takengon, Aceh Tengah. Foto: Tim Medis Unhas


-300x168.webp)
-300x169.webp)




