WASHINGTON DC, UNHAS.TV- Dunia akademik di Amerika Serikat kini menghadapi tekanan yang semakin besar dari kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump. Menurut The Guardian (31/3), hampir 2.000 ilmuwan, insinyur, dan peneliti menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada administrasi Trump, menyerukan penghentian penghancuran terhadap ilmu pengetahuan. Sejumlah ilmuwan terkemuka Amerika itu menyuarakan keprihatinan mereka terhadap ancaman pemotongan dan penghentian dana penelitian bagi universitas yang tidak menindak para aktivis yang menentang operasi militer Israel di Gaza.
Seruan Darurat dari Komunitas Ilmiah
Surat ini ditandatangani oleh anggota terpilih dari National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine, sebuah organisasi yang diberi mandat oleh Kongres untuk memberikan analisis independen dan membantu dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Para penandatangan menegaskan bahwa mereka berbicara sebagai individu, bukan mewakili lembaga mereka.
"Kami berbicara sebagai individu. Kami melihat bahaya nyata dalam situasi ini," tulis surat tersebut. "Kami memiliki keyakinan politik yang beragam, tetapi sebagai peneliti, kami bersatu dalam keinginan untuk melindungi kebebasan ilmiah. Kami mengirimkan SOS ini sebagai peringatan: dunia sains di negara ini sedang dihancurkan."
Mereka menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan "serangan besar-besaran terhadap ilmu pengetahuan AS" dan mengajak masyarakat luas untuk turut serta dalam perjuangan ini.
Krisis di Dunia Ilmiah: Dampak Kebijakan Trump
Surat itu juga menyoroti bagaimana Amerika Serikat telah membangun sektor ilmiah yang menjadi kebanggaan dunia selama lebih dari 80 tahun melalui investasi yang cermat dan berkelanjutan. Namun, kebijakan Trump dianggap mengancam stabilitas sektor ini dengan serangkaian langkah drastis, termasuk penghentian pendanaan penelitian, pemecatan ribuan ilmuwan, pembatasan akses publik terhadap data penelitian, serta intervensi ideologis terhadap penelitian ilmiah.
Para ilmuwan menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya menghambat perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menciptakan efek jangka panjang yang merugikan bagi masa depan akademik di Amerika. Mereka mengingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, Amerika Serikat bisa kehilangan posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi dan sains global.
Tekanan Politik dalam Kampus
Salah satu isu utama yang disoroti dalam surat ini adalah ancaman pemotongan dana bagi universitas yang tidak mengambil tindakan terhadap mahasiswa dan akademisi yang mengkritik kebijakan Israel di Gaza. Para ilmuwan memperingatkan bahwa tekanan ini telah menciptakan "iklim ketakutan" di lingkungan akademik, di mana banyak peneliti enggan menyuarakan pandangan kritis terhadap kebijakan Gedung Putih karena khawatir akan kehilangan dana penelitian mereka.
Selain itu, pemotongan anggaran yang dilakukan oleh administrasi Trump telah berdampak luas pada berbagai bidang riset. Sejumlah program penelitian harus ditunda atau dihentikan, termasuk riset yang berfokus pada pengembangan metode baru untuk mengobati penyakit. Pemotongan ini juga mengakibatkan berkurangnya jumlah staf akademik, penghentian perekrutan mahasiswa pascasarjana, serta terhambatnya kolaborasi internasional dalam bidang sains dan teknologi.