LUWU TIMUR, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) membuat rocket stove berbahan hebel sebagai alternatif pembakaran sampah rumah tangga di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).
Alat tersebut dirancang agar proses pembakaran lebih terkontrol dan menghasilkan asap lebih sedikit. Program itu digagas Farrel Gavra Payung, mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan Universitas Hasanuddin angkatan 2025.
Farrel membuat rocket stove sebagai program kerja individu selama mengikuti KKNT di Desa Parumpanai.
Farrel mengatakan pemilihan alat tersebut berangkat dari persoalan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih ditemui di desa.
Ia menggunakan hebel karena bahan itu relatif mudah diperoleh dan dapat disusun untuk membentuk ruang pembakaran dengan aliran udara yang lebih terarah.
Pembuatan rocket stove berlangsung selama dua hari, pada 5-6 Agustus 2026, di samping Kantor Desa Parumpanai.
Setelah konstruksi selesai, Farrel menguji alat tersebut pada 7 Agustus untuk memastikan sistem pembakarannya dapat bekerja sebelum diperkenalkan kepada warga.
Enam hari kemudian, pada 13 Agustus 2026, Farrel menggelar sosialisasi penggunaan rocket stove kepada masyarakat.
.webp)
ROCKET STOVE - Mahasiswa KKNT Unhas Farrel Gavra Payung membuat rocket stove berbahan hebel di Desa Parumpanai, Luwu Timur, 5–6 Agustus 2026. Alat diuji dan disosialisasikan untuk membantu warga membakar sampah minim asap. (Dok KKN Unhas)
Kegiatan tersebut terutama menyasar ibu rumah tangga yang sehari-hari berperan dalam pengelolaan sampah domestik.
Dalam sosialisasi itu, Farrel menjelaskan cara kerja, penggunaan, serta perawatan alat. Ia juga mengingatkan warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Rocket stove diperkenalkan sebagai salah satu alternatif sederhana yang dapat diterapkan dengan bahan yang tersedia di sekitar desa.
Sekretaris Desa Parumpanai, Darwis, mengapresiasi program mahasiswa tersebut. Menurut dia, inovasi sederhana itu dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam menangani sampah rumah tangga.
“Kami sangat mengapresiasi program yang dibuat oleh Farrel sebagai mahasiswa KKNT 116. Inovasi rocket stove ini sederhana, tetapi memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat dalam membantu pengelolaan sampah rumah tangga,” kata Darwis.
Ia berharap warga tidak hanya memanfaatkan alat yang telah dibuat, tetapi juga dapat mengembangkan model serupa secara mandiri.
Farrel berharap program tersebut tidak berhenti setelah masa KKNT berakhir. Menurut dia, keberadaan rocket stove sekaligus dapat menjadi sarana untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan Desa Parumpanai. (*)
ROCKET STOVE - Mahasiswa KKNT Unhas Farrel Gavra Payung secara simbolis menyerahkan alat rocket stove berbahan hebel kepada Sekretaris Desa Parumpanai, Darwis di Desa Parumpanai, Luwu Timur, 6 Agustus 2026. Alat yang dibuat KKNT Unhas untuk membantu warga membakar sampah yang minim asap. (Dok KKN Unhas)

-300x200.webp)






