UNHAS.TV - Saat Ramadan memasuki 10 malam terakhir, umat Muslim di seluruh dunia semakin giat beribadah demi meraih malam penuh kemuliaan: Lailatul Qadr.
Keutamaannya disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana keberkahan dan rahmat Allah SWT dilimpahkan bagi mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.
Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini diyakini menjadi momen terbaik untuk memperbanyak amalan dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Lantas, bagaimana cara memaksimalkan ibadah di malam-malam penuh berkah ini?
Menurut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Ustadz Dr Syamsul Bahri Abd Hamid Lc MA, terdapat beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada malam-malam tersebut.
Amalan pertama adalah memperbanyak ibadah, baik salat wajib maupun sunah, seperti salat tahajud, witir, salat taubat, dan salat dhuha.
“Lakukan dengan beramal, ibadah salat, tahajud, dzikir, bermunajat memohon ampun, dan memaksimalkan hubungan hati kepada Allah dengan penuh harap sebanyak mungkin,” ujar Ustadz Syamsul Bahri.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah SAW, yaitu: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan mencintai keampunan, maka ampunilah aku).
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadr
Banyak umat Muslim yang penasaran, bagaimana mengetahui apakah suatu malam adalah Lailatul Qadr? Berdasarkan hadits dan riwayat para sahabat, Ustadz Syamsul Bahri menyebutkan beberapa tanda yang bisa menjadi petunjuk, antara lain:
"Suhu udara yang sejuk, tidak terlalu panas atau dingin. Langit tampak cerah dan tenang, tanpa gangguan seperti jatuhnya meteor," ujarnya.
Ciri lainnya, Udara terasa damai dan ketenangan jiwa semakin kuat dirasakan.
Untuk itu, Ustadz Syamsul Bahri mengimbau umat Islam agar tidak banyak tidur di malam-malam terakhir Ramadan demi memaksimalkan ibadah dan meraih keberkahan Lailatul Qadr.
Dengan segala keutamaannya, Lailatul Qadr menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal dan doa.
Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk bertemu dan meraih keberkahan malam penuh kemuliaan ini. (*)
(Amina Rahma Ahmad / Rizka Fraja / Unhas.TV)