Mahasiswa

Lawan Kejenuhan TPA, Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Pembelajaran Interaktif Al-Quran di Kelurahan Massepe

BACA ALQURAN - Mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Unhas, Siska Rahmiwanti, mengembangkan media pembelajaran interaktif membaca Al-Quran di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). (dok Siska Rahmiwanti)

SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Universitas Hasanuddin, Siska Rahmiwanti, mengembangkan media pembelajaran interaktif membaca Al-Quran di Kelurahan Massepe.

Program pembelajaran interaktif itu dilaksanakan secara intensif pada 14 Januari hingga 8 Februari 2026 di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Massepe, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Siska mengatakan, inisiatif tersebut lahir dari hasil observasi awal di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) setempat.

Ia menilai metode pembelajaran konvensional yang cenderung satu arah kerap membuat santri mudah jenuh. Kondisi itu berpengaruh pada semangat belajar dan kualitas bacaan Al-Quran.

Berbekal latar belakang keilmuan di bidang Sastra Arab, Siska merancang modul dan media interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang lebih partisipatif. Fokus materi meliputi pengenalan huruf hijaiyah, bacaan salat, serta dasar-dasar kosakata bahasa Arab.

“Setiap sesi diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal santri mengenai huruf hijaiyah,” ujar Siska.

Selain literasi Arab, peserta juga mendapatkan bimbingan menghafal doa-doa dalam salat sebagai bagian dari penguatan karakter religius.

Metode yang diterapkan memadukan modul khusus dengan variasi aktivitas edukatif di dalam masjid. Santri diajak belajar sambil bermain melalui permainan huruf, latihan pelafalan makhraj, serta pengulangan doa secara berkelompok. Pendekatan itu dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif peserta.

Setelah hampir satu bulan pendampingan, Siska melaksanakan post-test guna mengevaluasi perkembangan pemahaman santri. Hasilnya menunjukkan peningkatan dibandingkan capaian awal. Para santri dinilai lebih lancar mengenali huruf hijaiyah dan melafalkan doa salat.

Menurut Siska, penggunaan media interaktif membantu mempercepat hafalan kosakata serta memperbaiki kualitas pengucapan huruf. “Penggunaan media interaktif terbukti membantu mempercepat hafalan kosakata serta memperbaiki kualitas makhraj huruf,” katanya.

Program tersebut juga mendapat respons positif dari pengurus TPA dan guru mengaji setempat. Mereka menilai pendekatan yang variatif membuat suasana belajar lebih hidup dan mengurangi kejenuhan anak-anak.

Sebagai langkah keberlanjutan, Siska menyerahkan modul bertajuk “Pembelajaran Interaktif” kepada guru mengaji di Masjid Nurul Huda. Modul itu diharapkan dapat digunakan secara mandiri setelah masa KKN berakhir, sehingga metode pembelajaran tetap berjalan.

Ia menyebut indikator keberhasilan program terlihat dari peningkatan signifikan nilai post-test dibandingkan pre-test, serta antusiasme santri yang lebih tinggi dalam mengikuti kegiatan mengaji. Anak-anak yang sebelumnya pasif kini lebih percaya diri membaca dan menghafal doa.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-T Inovasi Daerah Unhas dalam mendukung penguatan literasi keagamaan di tingkat desa.

Melalui inovasi sederhana berbasis kebutuhan lokal, pembelajaran Al-Quran diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan baca, tetapi juga membentuk karakter religius generasi muda sejak dini.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)