COVENTRY, UNHAS.TV – Setelah 25 tahun menanti, Coventry City akhirnya kembali ke Premier League. Kepastian ini datang setelah mereka bermain imbang 1-1 melawan Blackburn di Ewood Park, memastikan promosi yang telah lama dinanti.
Kembalinya klub berjuluk Sky Blues ini menutup babak panjang penuh liku sejak terakhir kali bermain di kasta tertinggi liga Inggris pada Mei 2001.
Ketika Coventry terakhir kali tampil di Premier League, Geri Halliwell tengah menempati puncak tangga lagu dengan “It’s Raining Men”, Tony Blair menjabat sebagai Perdana Menteri, dan harga lager sempat menjadi sorotan publik.
Sejak saat itu, klub mengalami penurunan drastis, hingga terdegradasi ke League Two dan harus bermain di stadion pinjaman akibat kehilangan markasnya.
Di bawah mantan pelatih Mark Robins, Coventry berhasil naik kasta sebelum kalah tipis di babak final play-off Championship melawan Luton tiga tahun lalu melalui adu penalti.
Namun kedatangan Frank Lampard pada November 2024 membawa perubahan signifikan. Setelah kalah di semi-final play-off musim lalu melawan Sunderland, kali ini Lampard memimpin tim menuju promosi dengan performa dominan.
Legenda Chelsea itu mengambil alih tim yang saat itu berada di zona degradasi. Ia tidak hanya membawa reputasi sebagai legenda sepak bola, tetapi juga visi taktis yang mampu mengubah Coventry menjadi mesin kemenangan.
Pemain seperti Haji Wright berkembang menjadi striker nomor sembilan yang produktif, sedangkan Brandon Thomas-Asante menjadi ancaman konsisten berkat penyempurnaan posisi di kotak penalti.
Di lini tengah, Jack Rudoni menunjukkan performa luar biasa, dengan Lampard melihat kilasan dirinya pada kemampuan bertahan dan menyerang gelandang 24 tahun tersebut.
Rekrutmen pemain menjadi salah satu kunci sukses Coventry. Tim manajemen mampu mendapatkan pemain-pemain berkualitas dengan biaya efisien.
Milan van Ewijk direkrut dari Heerenveen seharga £3,4 juta, sementara Victor Torp didapat dari Sarpsborg hanya dengan £2 juta.
Bahkan pemain seperti Ephron Mason-Clark dan Thomas-Asante didapat dengan harga relatif murah namun memberi dampak signifikan di lapangan.
Strategi ini menunjukkan bahwa kesuksesan tim tidak selalu bergantung pada anggaran besar, tetapi juga pemilihan pemain dan scouting yang jeli.
Gaya Agresif dan Menekan
>> Baca Selanjutnya
PROMOSI - Coventry asuhan Frank Lampard lolos promosi ke kompetisi Liga Premier setelah 22 tahun penantian untuk musim 2026/2027. (The Sun/EPA)







-300x225.webp)
