Lingkungan
Mahasiswa

Lewat Poster, KKN-T Unhas Ajak Relawan SI SIGAP Tekan Risiko Banjir dengan Rawat Sungai

POSTER EDUKATIF - Mahasiswa KKN-T Unhas mengedukasi Relawan SI SIGAP tentang ekosistem sungai dan mitigasi banjir melalui poster edukatif di Masjid Nurul Khaerat Tappanjeng, Sabtu (1/8/2026). (Dok KKN-T Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengedukasi Relawan SI SIGAP mengenai peran ekosistem sungai dalam mengurangi risiko banjir di Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan bertajuk “Mengenal Ekosistem Sungai dan Perannya dalam Mengurangi Risiko Banjir” itu berlangsung di Masjid Nurul Khaerat, RW 09, Kelurahan Tappanjeng, Sabtu (1/8/2026). Acara dihadiri Lurah Tappanjeng, Babinsa, serta anggota Relawan SI SIGAP atau Siap, Siaga, Peduli.

Materi disampaikan Alviana, mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas. Ia menggunakan poster untuk menjelaskan fungsi sungai, penyebab banjir, serta langkah sederhana menjaga lingkungan.

Menurut Alviana, banjir di Tappanjeng dipengaruhi curah hujan tinggi, sedimentasi sungai, berkurangnya daerah resapan, saluran drainase yang belum optimal, serta sampah kiriman dari wilayah hulu.

Posisi kawasan yang berada di pertemuan dua aliran sungai turut meningkatkan risiko luapan air ketika hujan deras.

Mahasiswa mengajak relawan menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah ke aliran air, merawat drainase, melakukan penghijauan di bantaran sungai, dan memperkuat budaya gotong royong.

Relawan SI SIGAP Kelurahan Tappanjeng, Kartianti, mengatakan relawan tidak hanya bertugas ketika banjir terjadi, tetapi juga berperan dalam pencegahan dan edukasi masyarakat.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat agar kepedulian terhadap sungai dan lingkungan semakin meningkat,” kata Kartianti.

Mahasiswa KKN-T Unhas berharap Relawan SI SIGAP dapat menjadi mitra pemerintah kelurahan dalam menyebarkan informasi mitigasi banjir. Keterlibatan warga dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan tangguh menghadapi bencana. (*)