Sport

Liga Inggris Berlakukan Aturan Jeda Pertandingan Selama Buka Puasa

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pihak English Premier League (EPL) kembali akan memberikan kebijaksanaan berupa jeda pertandingan selama waktu berbuka puasa. Kebijakan itu untuk memberi waktu kepada pemain dan staf klub yang beragama Islam untuk berbuka puasa.

Kebijakan inklusif ini pertama kali diterapkan pada tahun 2021 dan tetap berlaku di Premier League serta English Football League (EFL) seiring dimulainya Ramadan minggu ini pada Februari 2026. 

Bulan suci ini, di mana umat Muslim yang menjalankan puasa menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam, berlangsung hingga pertengahan Maret tahun ini.

Adapun cara kerja jeda pertandingan adalah pertandingan tidak akan dihentikan di tengah permainan sedang berlangsung atau saat bola sedang dimainkan agar alur pertandingan tidak terganggu.

Sebaliknya, kapten klub dan wasit akan menentukan jeda alami — seperti saat tendangan gawang, tendangan bebas, lemparan ke dalam, atau situasi berhenti lainnya — sekitar waktu matahari terbenam.

Selama jeda singkat ini (biasanya 45–60 detik berdasarkan contoh sebelumnya), pemain atau ofisial yang berpuasa dapat dengan cepat minum air, mengonsumsi gel energi, atau makanan ringan untuk mengembalikan tenaga.

Jeda ini tidak boleh digunakan untuk diskusi taktik, instruksi pelatih, atau jeda minum biasa, jadi ini murni untuk keperluan ibadah.

Protokol ini pertama kali diterapkan pada pertandingan Premier League antara Leicester City dan Crystal Palace pada April 2021, ketika permainan dihentikan sesaat saat tendangan gawang agar Wesley Fofana (Leicester) dan Cheikhou Kouyaté (Crystal Palace) dapat berbuka puasa.

Waktu matahari terbenam di Inggris jatuh sekitar pukul 17.00–19.00 GMT selama Ramadan 2026, hanya sedikit pertandingan yang diperkirakan memerlukan jeda singkat ini, terutama pertandingan malam hari pada hari Sabtu (sekitar pukul 17.30 GMT). Hanya ada beberapa pertandingan sore akhir pekan pada hari Minggu (sekitar pukul 16.30 GMT)

Pertandingan tengah pekan atau pertandingan akhir pekan yang lebih awal kemungkinan besar tidak akan bertepatan dengan waktu berbuka, sehingga tidak memerlukan jeda.

Englih Premier League menekankan bahwa kebijakan ini mendukung kesejahteraan pemain, menghormati ibadah agama, sekaligus menjaga integritas kompetisi pertandingan. 

Kebijakan ini mendapat sambutan positif di musim-musim sebelumnya karena mempromosikan inklusivitas di salah satu liga paling beragam di dunia.

Pendekatan tahun ini sejalan dengan pernyataan dari sumber seperti BBC Sport dan panduan resmi Premier League, memastikan para atlet Muslim — termasuk bintang-bintang ternama di berbagai klub — dapat tampil maksimal sambil menjalankan ibadah puasa mereka.(*)