BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Digitalisasi Geospasial Desa Bonto Cinde berupa pemetaan administrasi dan infrastruktur desa berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Kamis (5/2/2026).
Penanggung jawab kegiatan, Pitaloka, menjelaskan program tersebut bertujuan menyediakan data spasial desa yang akurat dan mudah diakses guna mendukung perencanaan pembangunan serta meningkatkan transparansi informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat.
"Luaran kegiatan berupa peta digital yang menampilkan batas-batas administrasi wilayah serta sebaran infrastruktur umum di Desa Bonto Cinde," jelasnya.
Pitaloka menyebut, pemetaan geospasial ini dirancang sebagai upaya membantu pemerintah desa dalam memiliki basis data wilayah yang terstruktur dan informatif.
“Tujuan saya membuat peta administrasi dan infrastruktur desa ini adalah untuk membantu pemerintah desa memiliki data spasial yang akurat dan mudah dipahami dalam menggambarkan kondisi administrasi serta ketersediaan fasilitas umum di Desa Bonto Cinde,” ujarnya.
Proses penyusunan peta diawali dengan observasi lapangan secara menyeluruh melalui pengambilan titik koordinat di berbagai lokasi strategis desa.
Mahasiswa KKNT melakukan survei langsung ke sejumlah dusun untuk memvalidasi batas wilayah serta mendata fasilitas publik, seperti sarana pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, dan akses transportasi.
Data lapangan tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis dengan mengintegrasikan titik koordinat dari GPS atau smartphone dan citra satelit resolusi tinggi.
Tahapan digitalisasi meliputi pembuatan layer administrasi, jaringan jalan, serta sebaran infrastruktur desa. Sebelum diserahkan, draf peta terlebih dahulu divalidasi bersama pemerintah desa untuk memastikan akurasi data.
Salah satu perangkat desa, Wawan, mengapresiasi program kerja mahasiswa KKNT tersebut. Menurutnya, peta digital yang dihasilkan memiliki tampilan menarik dan informatif sehingga mudah dipahami oleh masyarakat.
“Program yang dibuat mahasiswa KKN ini sangat bagus dan menarik, terutama peta digital geospasial yang informatif bagi pemerintah desa dan masyarakat,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Bonto Cinde, Mantasari. Ia menilai pemetaan geospasial ini sangat membantu pemerintah desa dalam mendukung perencanaan pembangunan ke depan.
“Kami sangat mengapresiasi program kerja mahasiswa KKNT Unhas. Peta yang dibuat ini akan kami pajang dan manfaatkan sebagai bahan pendukung perencanaan desa ke depan,” ungkapnya.
Melalui program Digitalisasi Geospasial Desa Bonto Cinde, Pitaloka berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan tata kelola data desa serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk pembangunan desa yang lebih terukur dan berkelanjutan.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
GEOSPASIAL. Mahasiswa KKN Tematik Unhas jalakan program kerja Digitalisasi Potensi Desa berbasis Sistem Informasi Geografis di Desa Bonto Cinde, Kabupataen Bantaeng. (dok Pitaloka)


-300x180.webp)





