Sport

Hugo Ekitike Hancurkan Newcastle, Liverpool Akhiri Paceklik Kemenangan

DUA GOL. Hugo Ekitike merayakan gol di depan fans Newcastle usai mencetak 2 gol untuk Liverpool di Anfield Stadium, Minggu (1/2/2026) dini hari. Foto: AFP

ANFIELD, UNHAS.TV - Liverpool mengakhiri puasa kemenangan di Liga Primer Inggris dengan cara meyakinkan. Bertanding di Anfield, The Reds menundukkan Newcastle United 4-1 dalam laga sarat tensi dan rivalitas, Minggu (1/2/206) dini hari Wita.

Hugo Ekitike menjadi tokoh utama lewat dua gol cepat, sekaligus memperlihatkan kepada Newcastle apa yang mereka lewatkan ketika sang penyerang memilih hijrah ke Merseyside.

Kemenangan ini bernilai strategis bagi Liverpool dan manajer Arne Slot. Setelah lima pertandingan tanpa kemenangan di liga, tiga poin ini mengangkat sang juara bertahan hanya terpaut satu angka dari Chelsea di peringkat keempat klasemen.

Sebaliknya, kekalahan ini memukul ambisi Newcastle untuk kembali menembus Liga Champions musim depan.

Newcastle justru memulai laga dengan lebih meyakinkan. Intensitas tinggi, duel keras, dan tekanan agresif membuat Liverpool kesulitan mengembangkan permainan.



Statistik pertandingan Liverpool vs Newcastle. (the sun)


Tuan rumah terlihat gugup, kalah dalam banyak perebutan bola, dan kerap melanggar untuk menghentikan laju pemain tamu.

Tekanan itu membuahkan hasil pada menit ke-36. Anthony Gordon, mantan pemain Everton yang sempat dikaitkan dengan Liverpool, mencetak gol pembuka setelah menerima bola liar di kotak penalti.

Tendangan rendahnya menembus sela kaki Milos Kerkez dan bersarang di pojok gawang Alisson Becker. Gol itu mengakhiri penantian panjang Gordon—33 pertandingan liga tanpa gol dari permainan terbuka.

Gol tersebut membuat suasana Anfield semakin tegang. Newcastle bahkan nyaris menggandakan keunggulan ketika Harvey Barnes melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang.

Eddie Howe tampak puas di pinggir lapangan, sementara Slot terlihat gelisah melihat timnya terus ditekan.

Namun pertandingan berubah drastis setelah jeda. Liverpool tampil lebih berani, menaikkan tempo, dan mulai menemukan celah di lini belakang Newcastle. Perubahan itu mencapai puncaknya lewat kombinasi dua pembelian mahal Liverpool.

Pada menit ke-53, Florian Wirtz memulai serangan dari jarak sekitar 45 meter. Gelandang asal Jerman itu melewati tiga pemain sebelum mengirim umpan mendatar ke kotak penalti.

Hugo Ekitike bergerak cepat, mendahului Sandro Tonali, dan mendorong bola masuk ke gawang Nick Pope. Skor imbang 1-1.

Membalikkan Keunggulan di Babak Kedua

Gol tersebut menjadi titik balik. Hanya berselang beberapa menit, Liverpool berbalik unggul melalui situasi yang mengejutkan Newcastle.

Sebuah bola mati diambil cepat berkat kesigapan ball boy, memungkinkan Alisson melakukan tendangan gawang cepat ke Kerkez. Bek kiri itu mengirim umpan panjang ke depan, menemukan Ekitike yang berdiri bebas di area lawan.

Penyerang Prancis itu menunjukkan ketenangan dan kepercayaan diri tinggi. Meski dikawal Malick Thiaw, Ekitike menggiring bola ke kotak penalti sebelum menyelesaikannya dengan sepakan ujung kaki melewati Pope. Dua gol dalam waktu singkat membuat Newcastle terhenyak.



Statistik Penampilan Hugo Ekitike dalam laga Liverpool vs Newcastle United. (the sun)


Ekitike, yang musim panas lalu menolak tawaran Newcastle demi pindah ke Anfield dengan nilai transfer £69 juta, merayakan golnya di hadapan publik yang ia tolak.

Dengan Alexander Isak, target utama Liverpool yang kini justru membela Newcastle, absen karena cedera, kontribusi Ekitike terasa semakin simbolis.

Newcastle mencoba bangkit, tetapi kepercayaan diri mereka telah terkikis. Justru Liverpool yang kembali mendapatkan peluang.

Ekitike hampir mencatatkan hat-trick awal babak kedua ketika lolos dari kawalan Dan Burn. Namun kali ini penyelesaiannya melenceng jauh, membuat Anfield menahan napas sejenak.

Kegagalan itu tidak berujung petaka. Pada menit ke-72, Liverpool memperbesar keunggulan melalui Florian Wirtz.

Umpan matang Mohamed Salah diselesaikan Wirtz dengan tenang, mencatatkan gol keenamnya dalam sepuluh penampilan dan semakin mempertegas perannya sebagai jenderal baru lini tengah Liverpool.

Newcastle semakin kehilangan arah. Upaya mereka untuk mengejar ketertinggalan tak pernah benar-benar mengancam. Liverpool justru menutup laga dengan momen emosional.

Di masa tambahan waktu, Ibrahima Konate mencetak gol keempat lewat situasi bola mati. Gol itu disambut pelukan seluruh rekan setimnya, mengingat sang bek baru kembali bermain setelah izin khusus menyusul wafatnya ayahnya.

Skor 4-1 menutup pertandingan yang sejak awal dipenuhi emosi, gesekan, dan narasi personal. Rivalitas lama yang berakar sejak era 1990-an kembali memanas, kali ini dengan dimensi baru: perebutan pemain, harga mahal, dan gengsi dua klub besar Inggris.

Bagi Liverpool, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan penegasan arah baru di bawah Slot, dengan Ekitike dan Wirtz sebagai simbol investasi besar yang mulai membuahkan hasil.

Bagi Newcastle, malam di Anfield kembali menjadi pengingat pahit—tentang peluang yang terlepas, rekor buruk yang berlanjut, dan mimpi Eropa yang kini kian menjauh. (*)