MAKASSAR, UNHAS.TV – Mahasiswa Evidence Based Learning (EBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar intervensi edukatif bertajuk SAHABAT MP-ASI x Bincang Ibu: MP-ASI Tanpa Ragu untuk meningkatkan pemahaman ibu baduta mengenai praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat, aman, dan berbasis bukti ilmiah pada Jumat, 6 Pebruari 2026, pukul 13.36 WITA di Lantai 2 Masjid Babul Jannah, RW 05 Kelurahan Parangloe, Makassar.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya ibu yang ragu serta belum memahami praktik pemberian MP-ASI sesuai usia dan kebutuhan anak secara optimal, padahal periode usia 6–24 bulan merupakan fase krusial dalam pencegahan stunting dan gangguan tumbuh kembang sebagaimana ditegaskan dalam berbagai rekomendasi Kementerian Kesehatan dan WHO.
Tim EBL RW 05 Kelurahan Parangloe merancang intervensi melalui edukasi dan diskusi interaktif yang dikemas sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga peserta dapat mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari dalam menyiapkan makanan bagi anak usia di bawah dua tahun.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini dilengkapi dengan buku saku MP-ASI sebagai media pendukung yang berfungsi sebagai panduan praktis mengenai jenis, tekstur, porsi, serta frekuensi pemberian makanan sesuai tahapan usia 6–24 bulan.
Dalam sesi diskusi, berbagai persoalan yang kerap dihadapi ibu turut dibahas secara terbuka, mulai dari anak yang menolak sayur, berat badan yang tidak mengalami kenaikan meskipun porsi makan dirasa cukup, hingga ketergantungan pada MP-ASI instan, yang kemudian dicarikan solusi aplikatif berbasis prinsip gizi seimbang.
Pendekatan ini menekankan pentingnya variasi pangan lokal, kecukupan protein hewani, serta konsistensi pola makan sebagai faktor penting dalam mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah risiko kekurangan gizi pada masa emas perkembangan anak.
Salah seorang peserta menyampaikan bahwa keberadaan buku saku MP-ASI memberikan rasa percaya diri dalam menerapkan materi yang diterima di rumah.
“Adanya buku saku ini sangat membantu karena bisa dijadikan panduan di rumah. Jadi kami tidak hanya dengar penjelasan, tapi juga punya pegangan saat menyiapkan MP-ASI untuk anak,” tuturnya.
Kegiatan SAHABAT MP-ASI x Bincang Ibu ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu mengenai pentingnya praktik pemberian MP-ASI yang tepat, aman, dan sesuai kebutuhan usia anak sebagai fondasi kesehatan jangka panjang.
Melalui intervensi berbasis Evidence Based Learning ini, diharapkan ibu-ibu di RW 05 Kelurahan Parangloe semakin memahami prinsip pemberian MP-ASI sesuai usia anak serta lebih percaya diri dalam menerapkan praktik yang tepat dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan literasi gizi dan kesehatan ibu serta anak di tingkat komunitas.(*)
Tim Evidence Based Learning (EBL) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin bersama ibu-ibu baduta RW 05 Kelurahan Parangloe usai kegiatan intervensi SAHABAT MP-ASI x Bincang Ibu di Masjid Babul Jannah, yang bertujuan memperkuat praktik pemberian MP-ASI berbasis bukti ilmiah demi mendukung tumbuh kembang optimal anak usia 6–24 bulan.



 di Desa Tupabbiring, Maros-300x169.webp)

 PhD-300x169.webp)


