Ekonomi
Sosial

Listrik Dorong Kemajuan Ekonomi dan UMKM, PLN UID Sulselrabar Perkuat Kemandirian Usaha Masyarakat



PELATIHAN UMKM - Bertempat di sebuah balai sederhana beratap seng dan berlantai bambu di pesisir Wakatobi, relawan YBM PLN UID Sulselrabar mendampingi para pelaku UMKM secara langsung. Melalui pendampingan ini, YBM PLN berupaya agar penerima manfaat tidak hanya terbantu, tetapi juga tumbuh mandiri dan kelak mampu berbagi kepada sesama. (Dok Humas PLN UID Sulselrabar)


Melalui pendampingan YBM PLN UID Sulselrabar, para pelaku usaha mendapatkan bimbingan dalam pencatatan keuangan, pemantauan perkembangan usaha, peningkatan kualitas produk, pengemasan, serta penguatan strategi pemasaran.

Pendampingan tersebut turut mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan kemampuan mereka dalam memasarkan produk.

Salah satu kesempatan berharga yang diperoleh adalah mengikuti pameran di Kantor Pusat PLN untuk memperkenalkan produk unggulan Bontojai kepada khalayak yang lebih luas.

Momentum ini diharapkan dapat membuka peluang jejaring dan pemasaran baru, sekaligus mendorong UMKM lokal tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing.

Muhammad Arif Muhaimin, salah satu pelaku UMKM binaan dari Desa Cahaya Bontojai, menyampaikan apresiasinya kepada PLN UID Sulselrabar dan YBM PLN atas bantuan serta pendampingan yang telah diberikan, termasuk kesempatan untuk mengikuti pameran di Kantor Pusat PLN.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Sulselrabar dan YBM PLN atas bantuan dan pendampingan yang telah diberikan kepada kami," ujar Arif.

Menurut Arif, kesempatan mengikuti pameran di Kantor Pusat PLN menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami bisa memperkenalkan produk UMKM dari Bontojai kepada lebih banyak orang.

"Kami berharap kesempatan dan pendampingan seperti ini dapat membantu usaha kami terus berkembang dan semakin dikenal,” tambahnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menegaskan bahwa peran PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat tidak hanya melalui penyediaan listrik yang andal, tetapi juga melalui berbagai inisiatif pemberdayaan yang mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonominya.

“Listrik memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kami ingin kehadiran PLN memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya memastikan kebutuhan energi terpenuhi, tetapi juga turut mendukung pelaku UMKM agar semakin produktif, berdaya saing, dan mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan," ujarnya.

"Melalui YBM PLN, kami mendorong agar bantuan yang diberikan dapat menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk membangun usaha yang lebih mandiri,” jelas Didik.

Didik menambahkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan pendampingan yang berkesinambungan, mulai dari pengelolaan keuangan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

Kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan berbagai peluang pemasaran menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan.

“Kami berharap perkembangan UMKM di Sombano, Bontojai, serta di wilayah-wilayah lainnya dapat menjadi dorongan bagi pelaku usaha lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usahanya.

"Ketika potensi lokal didukung dengan pendampingan yang tepat dan akses pasar yang semakin terbuka, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” tambah Didik.

Bagi PLN UID Sulselrabar, mendorong kemajuan ekonomi tidak hanya tentang memastikan listrik tersedia bagi aktivitas bisnis, tetapi juga tentang bagaimana energi dan pemberdayaan dapat berjalan beriringan untuk menciptakan peluang bagi masyarakat.

Dari produk lokal yang semakin dikenal hingga pelaku usaha yang memperoleh kesempatan memperluas pasar, setiap perkembangan menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi daerah yang lebih produktif dan mandiri. (*)