Sport

Madrid, PSG, dan Dortmund Menang di Leg Pertama Play-off Liga Champions

RASISME - Striker Real Madrid Kylian Mbappe tampak emosi dan ditenangkan oleh rekan-rekannya saat aksi rasis oleh suporter Benfica. Madrid unggul 0-1 di kandang lawan. (the sun)

LISBON, UNHAS.TV – Leg pertama play-off UEFA Champions League menghadirkan drama di berbagai penjuru Eropa, Selasa (17/2/2026) malam waktu setempat atau Rabu (18/2/2026) dinihari.

Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Borussia Dortmund sama-sama mengamankan kemenangan, sementara isu dugaan rasisme membayangi laga di Lisbon.

Madrid mencuri kemenangan tipis 1-0 saat bertandang ke markas Benfica. Gol tunggal dicetak Vinicius Junior pada awal babak kedua lewat sepakan melengkung ke sudut atas gawang. Sebuah penyelesaian yang menegaskan kualitas individu penyerang Brasil itu.

Namun sorotan pertandingan justru tertuju pada insiden selepas gol. Vinicius menerima kartu kuning akibat selebrasi tariannya di depan publik tuan rumah.

Tak lama kemudian terjadi adu argumen dengan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Vinicius lantas menghampiri wasit Francois Letexier dan, sambil menunjuk ke arah lawan, mengindikasikan bahwa ia menjadi korban ujaran rasial.

Pertandingan sempat terhenti beberapa menit sebelum dilanjutkan. Sepanjang sisa laga, Vinicius mendapat cemoohan dari tribun.

Pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang pernah menukangi Madrid pada 2010–2013, turut diusir wasit di akhir laga setelah memprotes keras dan meminta kartu kuning kedua bagi Vinicius. Ia dipastikan absen mendampingi tim pada leg kedua di Santiago Bernabeu pekan depan.

Tambahan waktu 12 menit akibat jeda panjang tak cukup bagi Benfica untuk menyamakan skor. Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, menyatakan bahwa isu rasisme tidak boleh dibiarkan. “Itu sesuatu yang harus diberantas dari sepak bola,” ujarnya kepada Movistar.

Bangkit dari Ketertinggalan

Sementara itu di Prancis, PSG bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan AS Monaco FC 3-2. Tuan rumah sempat unggul cepat dan mengguncang lini belakang Paris.

Namun respons PSG menunjukkan kedalaman skuad dan kematangan mental. Tiga gol balasan memastikan wakil ibu kota membawa keunggulan tipis menuju leg kedua.

Di Istanbul, Galatasaray S.K. tampil impresif dengan membekuk Juventus F.C. 5-2. Wakil Turki memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Juventus kehilangan satu pemain di babak kedua. Hasil itu menempatkan Galatasaray di posisi nyaman menjelang lawatan ke Turin.

Adapun Dortmund meraih kemenangan 2-0 atas Atalanta BC. Klub Jerman itu tampil disiplin dan efektif memanfaatkan peluang, menjaga keunggulan tanpa kebobolan sebagai modal penting sebelum bertandang ke Italia.

Rangkaian hasil ini membuka berbagai kemungkinan pada leg kedua. Madrid dan Dortmund memegang keunggulan tipis namun krusial.

PSG menunjukkan kapasitas bangkit di bawah tekanan. Sementara Galatasaray mengirim pesan kuat bahwa mereka bukan sekadar penggembira.

Di antara kemenangan dan selebrasi, isu rasisme di Lisbon menjadi pengingat bahwa panggung terbesar Eropa pun belum sepenuhnya bebas dari persoalan lama. Sepak bola kembali dituntut tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjaga martabat permainan. (*)