SELANGOR, UNHAS.TV- Universitas Hasanuddin secara konsisten menegaskan komitmennya menuju kampus berkelas dunia melalui penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi yang diarahkan pada pembentukan lulusan berwawasan global dan berdaya saing internasional.
Salah satu strategi yang dijalankan adalah pengiriman mahasiswa sarjana ke universitas mitra luar negeri sebagai bagian dari program mobilitas internasional yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga lintas budaya dan perspektif global.
Dalam kerangka tersebut, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin berpartisipasi aktif dalam Mobility Program Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia yang berlangsung pada 5–18 Desember 2025 di Kampus UKM Bangi, Selangor.
.webp)
Suasana perkuliahan dalam Program Insan Budiman FSSK Universiti Kebangsaan Malaysia, di mana mahasiswa FISIP Universitas Hasanuddin mengikuti modul penguatan keterampilan kewirausahaan, pemasaran digital, dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari International Mobility Program UKM–Unhas, Desember 2025.
Program kolaboratif ini menjadi wujud kemitraan strategis antara FISIP Unhas dan FSSK UKM dalam mendorong pertukaran akademik dan penguatan jejaring internasional antarperguruan tinggi.
Salah satu peserta program ini adalah Arya Saputra, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik FISIP Unhas Angkatan 2023, yang mengikuti kegiatan bersama delapan mahasiswa lain dari tujuh program studi berbeda di lingkungan FISIP.
Keterlibatan mahasiswa lintas disiplin tersebut mencerminkan semangat kolaborasi multidisipliner dan keterbukaan akademik yang menjadi fondasi internasionalisasi Universitas Hasanuddin.
Selama dua pekan pelaksanaan, Mobility Program FSSK UKM–FISIP Unhas dirancang sebagai pengalaman pembelajaran komprehensif yang mengintegrasikan kegiatan akademik, penguatan keterampilan praktis, serta eksplorasi sosial dan budaya.
Kegiatan akademik inti diwujudkan melalui Sit In Course di FSSK UKM, di mana Arya mengikuti mata kuliah Media dan Politik serta Komunikasi Krisis yang membahas dinamika komunikasi politik di era digital.

Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Hasanuddin berpose di kawasan Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangka pelaksanaan International Mobility Program sebagai bagian dari penguatan pengalaman akademik global dan internasionalisasi pendidikan Unhas.
Dalam perkuliahan tersebut, Arya mempelajari peran media daring dalam pembentukan opini publik serta strategi komunikasi institusi publik dan aktor politik dalam menghadapi situasi krisis.
Penguatan pemahaman konseptual berlanjut melalui mata kuliah Sejarah Pembinaan Negara Bangsa yang memberikan fondasi historis mengenai pembentukan negara-bangsa Malaysia dan dinamika masyarakat multikultural.
Perspektif historis tersebut menjadi penting dalam memahami bagaimana kebijakan publik dirancang dan diimplementasikan dalam konteks sosial yang majemuk.
Selain itu, Arya juga mengikuti mata kuliah Pengantar Ekonomi Politik yang membahas isu bantuan pembangunan resmi dan keterkaitannya dengan kepentingan politik serta ekonomi global.
Di luar kegiatan kelas, Arya terlibat dalam Program Insan Budiman FSSK, khususnya Modul Kemahiran Keusahawanan yang berfokus pada penguatan keterampilan praktis dan kesiapan kerja global.
Kerja kelompok lintas budaya yang dijalani Arya dan timnya berhasil menghasilkan proyek video promosi digital yang masuk dalam Top 5 Best Project.

Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Hasanuddin berfoto bersama dosen dan mitra akademik usai mengikuti rangkaian kegiatan International Mobility Program di salah satu universitas terkemuka di Malaysia, sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan dan perluasan jejaring global Unhas.
Aspek pertukaran budaya dan penguatan jejaring juga menjadi bagian penting dari pengalaman internasional ini melalui diskusi bersama mahasiswa UKM mengenai kehidupan akademik dan dinamika organisasi kemahasiswaan.
Pertemuan dengan lembaga mahasiswa Program Studi Mass Communication FSSK UKM membuka ruang pertukaran praktik organisasi dan advokasi mahasiswa lintas negara.
Program semakin diperkaya dengan kunjungan budaya ke berbagai destinasi ikonik di Kuala Lumpur yang memberikan pemahaman kontekstual tentang sejarah ekonomi dan kebijakan Malaysia.
Arya juga menghadiri Closing Ceremony Garuda Cup XIII yang diselenggarakan Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia sebagai simbol solidaritas diaspora mahasiswa Indonesia.
Menjelang akhir program, peserta mengikuti perkuliahan kolaboratif UKM–Unhas secara daring yang membahas transformasi komunikasi publik dan isu politik kontemporer.
Program ditutup melalui partisipasi dalam Hari FSSK 3.0 yang memadukan kegiatan budaya, bazar, dan pertunjukan seni sebagai simbol kesinambungan tradisi dan inovasi.
Program ini tidak hanya memperkaya kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat sensitivitas lintas budaya, jejaring internasional, serta kesiapan menghadapi tantangan tata kelola publik di tingkat regional dan global.(*)
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Hasanuddin berfoto bersama dosen dan mitra akademik di kampus universitas mitra di Malaysia dalam rangka pelaksanaan International Mobility Program, sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional dan pembelajaran lintas budaya Unhas.


-300x169.webp)
-300x173.webp)
_2-300x161.webp)



