SIDRAP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan website informasi Kelurahan Bawasalo berbasis peta digital, Senin (20/7/2026).
Program ini digelar di Kantor Kelurahan Bawasalo, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, sebagai bagian dari upaya mendorong pelayanan publik berbasis teknologi.
Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA itu dihadiri Lurah Bawasalo Agustiani, perangkat kelurahan, staf, serta tokoh masyarakat.
Website tersebut dikembangkan oleh Elizabet, mahasiswa Program Studi Fisika Fakultas MIPA Unhas, melalui program kerja bertajuk “Sosialisasi Smart Village: Pembuatan Website Informasi Kelurahan Berbasis Peta Digital”.
Gagasan itu muncul setelah mahasiswa KKN mengamati penyampaian informasi kelurahan masih berlangsung secara konvensional.
Data mengenai profil wilayah, potensi kelurahan, fasilitas umum, hingga kegiatan masyarakat belum tersedia dalam satu kanal digital yang mudah dijangkau warga.
Website Kelurahan Bawasalo dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Laman itu memuat profil kelurahan, berita dan kegiatan, potensi wilayah, peta digital interaktif, serta informasi kontak dan layanan.
Masyarakat dapat mengaksesnya melalui kelurahan-bawasalo.vercel.app atau memindai kode respons cepat yang disediakan. Warga pun dapat memantau perkembangan kegiatan kelurahan secara cepat dan praktis.
Dalam sosialisasi, Elizabet menjelaskan website dibangun menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Kode program disimpan melalui GitHub, sedangkan situs dipublikasikan menggunakan layanan Vercel agar dapat diakses secara daring.
Peta digital menjadi fitur utama karena memungkinkan warga melihat lokasi fasilitas umum dan informasi wilayah tanpa harus datang langsung ke kantor kelurahan.
Website itu juga diproyeksikan menjadi media untuk memperkenalkan potensi Bawasalo kepada masyarakat yang lebih luas.
Peserta sosialisasi diperlihatkan cara membuka laman, menelusuri menu, dan menggunakan peta interaktif. Penjelasan itu sekaligus menjadi pengenalan awal bagi perangkat kelurahan agar dapat memahami fungsi setiap fitur sebelum pengelolaan website dilanjutkan setelah masa KKN berakhir.
Agustiani mengapresiasi inovasi tersebut. Ia mengatakan website berbasis peta digital memudahkan masyarakat memperoleh informasi mengenai wilayah dan pelayanan kelurahan.
“Kehadiran website ini bermanfaat bagi masyarakat karena mereka dapat melihat informasi dan peta wilayah tanpa harus berkunjung langsung,” kata Agustiani.
Menurut dia, sistem tersebut juga dapat mendorong pemuda dan perangkat kelurahan mempelajari teknologi digital.
Ia berharap website itu tidak berhenti sebagai proyek KKN. Perangkat kelurahan perlu melanjutkan pengelolaan, memperbarui informasi, dan menyesuaikan fitur dengan kebutuhan warga. Keberlanjutan itu menjadi penentu agar website tidak sekadar menjadi etalase digital yang jarang diperbarui.
Mahasiswa KKN berharap website tersebut dapat berkembang menjadi media informasi resmi Kelurahan Bawasalo.
Pengelolaan yang berkelanjutan dinilai penting agar inovasi ini benar-benar meningkatkan keterbukaan informasi, mempercepat layanan publik, dan mendukung penerapan konsep smart village di tingkat kelurahan. (*)
PETA DIGITAL - Mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Unhas menyosialisasikan website peta digital di Kelurahan Bawasalo, Pangkep, Senin (20/7/2026).








