Makassar

Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Unhas Mengonstruksi Peta Gizi Berbasis Bukti di Kelurahan Labakkang

Kolaborasi lintas sektor terjalin antara mahasiswa Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin Posko 8, perangkat kelurahan, Puskesmas, TNI–Polri, kader Posyandu, dan tokoh masyarakat sebagai fondasi pendataan gizi berbasis bukti dalam pelaksanaan Evidence Based Learning di Kelurahan Labakkang.

PANGKEP, UNHAS.TV - Mahasiswa S1 Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas Posko 8 menggelar Seminar Evidence Based Learning (EBL) di Aula Kelurahan Labakkang, pada Senin, 20 Januari 2025. 

Seminar EBL 1 yang akan dilaksanakan melalui empat tahapan kegiatan terstruktur. Kegiatan ini merupakan langkah ilmiah mereka dari ruang seminar menuju kerja lapangan.

Seminar pembuka ini mempertemukan mahasiswa dengan jejaring pemangku kepentingan lintas sektor sebagai fondasi kolaborasi berbasis bukti di tingkat lokal.

Hadir mulai dari dosen pembimbing, Wakil Lurah, Kepala Puskesmas Labakkang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Petugas Lapangan Keluarga, ketua RT/RW, kader Posyandu, tokoh masyarakat, hingga staf kelurahan.

Koordinator Posko Kelurahan Labakkang, Muhammad Rizky Aimar, menegaskan bahwa fokus EBL 1 diarahkan pada pendataan gizi masyarakat untuk membangun potret komprehensif kondisi gizi keluarga sebagai basis perencanaan intervensi kesehatan yang presisi dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan EBL bergantung pada partisipasi warga, seraya menyampaikan bahwa dukungan, bantuan, dan peran aktif masyarakat menjadi prasyarat agar seluruh rangkaian Evidence Based Learning berjalan optimal.

Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin Posko 8 bersama perangkat Kelurahan Labakkang usai Seminar Evidence Based Learning sebagai langkah awal pemetaan masalah gizi masyarakat berbasis data lapangan.
Mahasiswa Ilmu Gizi FKM Universitas Hasanuddin Posko 8 bersama perangkat Kelurahan Labakkang usai Seminar Evidence Based Learning sebagai langkah awal pemetaan masalah gizi masyarakat berbasis data lapangan.


Mewakili Lurah Labakkang, Muzakkir memaparkan profil wilayah yang terdiri atas tiga lingkungan, tujuh RW, dan 16 RT dengan sekitar 5.000 jiwa atau lebih dari 1.600 kartu keluarga, sebagai konteks demografis yang menentukan strategi pendataan lapangan.

Kepala Puskesmas Labakkang, Haje Nurhayati Rahmat, menekankan bahwa profil wilayah tersebut harus diterjemahkan menjadi data aktual yang dikumpulkan langsung dari masyarakat melalui kerja sama erat dengan kader Posyandu, bukan sekadar rujukan dokumen administratif.

Ia mengingatkan bahwa data yang tidak akurat atau dimanipulasi sejak awal akan menggerus ketepatan analisis dan mengganggu kesinambungan proses Evidence Based Learning pada tahapan berikutnya.

Dosen Pembimbing Kegiatan EBL Posko 8, Healthy Hidayanti, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dan masyarakat Kelurahan Labakkang serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendampingi mahasiswa dalam proses pendataan yang akan berlangsung di lapangan.

Melalui seminar awal ini, EBL 1 Posko 8 diharapkan berjalan lancar dan menghasilkan data gizi masyarakat yang valid, kontekstual, dan bermakna sebagai landasan perencanaan program kesehatan yang berdampak bagi Kelurahan Labakkang.(*)