Mahasiswa

Mahasiswa KKN Unhas Bekali Siswa MTs Maarif Puroro dengan Kepemimpinan

PELATIHAN KEPEMIMPINAN - Mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Unhas Gelombang 116 Posko 2 Desa Pattallassang memberikan pelatihan kepemimpinan kepada peserta didik baru MTs Maarif Puroro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (15/7/2026). (Dok KKN Unhas)

BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko 2 Desa Pattallassang memberikan pelatihan kepemimpinan kepada peserta didik baru MTs Maarif Puroro, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah itu mengangkat tema “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan sebagai Strategi Pemberdayaan Generasi Muda”.

Pelatihan ditujukan untuk membekali siswa dengan pemahaman dasar mengenai kepemimpinan, manajemen kegiatan, dan pengambilan keputusan.

Penanggung jawab kegiatan, Sakti Dwi Hatta Putra, mengatakan kemampuan memimpin perlu diperkenalkan sejak siswa memasuki jenjang pendidikan menengah.

Mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas itu menyebut kepemimpinan tidak terbatas pada jabatan dalam organisasi.

“Kepemimpinan juga berkaitan dengan kemampuan mengelola diri, bekerja sama, serta berani mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” kata Sakti.

Ia berharap materi tersebut mendorong siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran ataupun organisasi sekolah.

Dalam pelatihan itu, mahasiswa KKN memperkenalkan karakteristik seorang pemimpin dan prinsip dasar pengelolaan kegiatan.

Peserta mempelajari metode Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling atau POAC sebagai kerangka sederhana dalam merencanakan dan menjalankan sebuah kegiatan.

Mahasiswa juga menyampaikan tahapan pengambilan keputusan melalui contoh yang dekat dengan kehidupan pelajar.

Siswa diajak berdiskusi mengenai cara menentukan pilihan, mempertimbangkan konsekuensi, bekerja dalam kelompok, dan menyampaikan pendapat secara terbuka.

Guru MTs Maarif Puroro mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan siswa dalam membangun karakter dan kepercayaan diri.

Menurut dia, materi kepemimpinan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih siswa untuk berani berbicara, bekerja sama, dan bertanggung jawab.

Pada akhir kegiatan, setiap peserta diminta menyusun rencana aksi yang akan diterapkan selama tiga bulan. Komitmen itu antara lain menjadi ketua kelompok, aktif dalam diskusi kelas, mengikuti organisasi sekolah, serta terlibat dalam kepanitiaan kegiatan.

Sakti mengatakan rencana aksi tersebut dibuat agar materi pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia berharap siswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sekolah sekaligus mengembangkan kemampuan memimpin secara bertahap.

Program itu menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. (*)