Mahasiswa
Unhas Story

Mahasiswi Unhas Raih Best Hustler IndonesiaNEXT 2026 Lewat Inovasi AI untuk Petambak Udang

Mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Alya Inar Putri, berhasil meraih penghargaan Best Hustler IndonesiaNEXT 2026. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Alya Inar Putri, berhasil meraih penghargaan Best Hustler IndonesiaNEXT 2026.

Mahasiswi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Unhas tersebut meraih penghargaan melalui pengembangan inovasi digital berbasis artificial intelligence (AI) untuk membantu petambak udang vaname.

IndonesiaNEXT merupakan program CSR Telkomsel yang ditujukan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 8.900 peserta mengikuti proses seleksi hingga menghasilkan 24 talenta yang berkesempatan mengikuti bootcamp di Jakarta.

Perjalanan Alya menuju tahap akhir dimulai dari seleksi Top 1.000, kemudian Top 99, Top 33, hingga berhasil menjadi bagian dari 24 talenta terbaik. Pada tahap berikutnya, para peserta dibagi ke dalam delapan tim untuk mengembangkan ide dan melakukan pitching.

Dalam kompetisi tersebut, Alya bersama dua anggota timnya mengembangkan Primalink, sebuah aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu petambak udang vaname mengambil keputusan operasional secara lebih presisi.

Menurut Alya, ide pengembangan Primalink berawal dari proses validasi pasar yang dilakukan tim. Mereka menemukan adanya persoalan dalam pengambilan keputusan operasional yang dapat berdampak terhadap keberlangsungan usaha petambak.

Berdasarkan survei terhadap 20 petambak udang vaname, Alya menemukan tiga petambak yang harus menutup usahanya karena mengalami kerugian yang dikaitkan dengan keputusan operasional yang tidak sesuai dengan kondisi kolam.

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk mengembangkan Primalink sebagai solusi berbasis teknologi. Aplikasi tersebut diarahkan untuk memberikan rekomendasi dan membantu petambak mengambil keputusan yang lebih sesuai dengan kondisi budidaya.

Dalam tim, Alya berperan sebagai hustler yang berfokus pada pengembangan bisnis, validasi pasar, model bisnis, target pengguna, hingga value proposition.

Sementara itu, dua anggota lainnya berperan sebagai hipster dan hacker yang mendukung aspek desain serta pengembangan teknologi Primalink.

Alya mengatakan, pencapaian sebagai Best Hustler merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui sejak tahap seleksi awal hingga pitching di tingkat akhir.

“Nah saya sendiri adalah Best Hustler di mana saya tugasnya adalah bagaimana membangun suatu bisnis, validasi pasarnya dan bagaimana bisnis model yang akan dikembangkan," ujarnya.

"Apakah sudah sesuai dengan target marketnya, usernya benchmark dari kompetitor, apakah sudah memiliki value proposition yang sangat baik atau tidak dan hingga akhirnya waktu pitching saya terpilih sebagai Best Hustler di Indonesia Next tahun ke-10,” jelas Alya.

Ia berharap pengalaman mengikuti IndonesiaNEXT dapat mendorong lebih banyak mahasiswa Unhas untuk berani mengembangkan gagasan dan inovasi, khususnya di bidang bisnis digital dan AI.

“Jadi harapannya kalian yang punya ketertarikan di bisnis digital apalagi terkait AI, kalian harus mencoba Indonesia Next ini di tahun ke-11 di tahun 2027,” tuturnya.

Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian mahasiswa Unhas dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Melalui Primalink, Alya dan tim berupaya menghadirkan pemanfaatan AI untuk menjawab persoalan di sektor budidaya udang vaname.

(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)