MAKASSAR, UNHAS.TV — Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 resmi dibuka Jumat (15/5/2026) malam, di Benteng Rotterdam.
Festival yang menghadirkan delegasi lokal dan internasional ini akan berlangsung hingga 17 Mei mendatang. MIWF 2026 menampilkan lebih dari 144 program yang meliputi diskusi, pertunjukan, lokakarya, dan kolaborasi lintas negara.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa dukungan pemerintah bukan untuk mengambil alih, tetapi menjadi bagian dari keberlangsungan festival agar tumbuh tanpa diskriminasi.
“Event seperti inilah yang harus terus kita besarkan. Pemerintah hadir bukan untuk mengambil alih, tetapi menjadi bagian agar event ini terus tumbuh tanpa sekat dan tanpa diskriminasi,” kata Appi, sapaan akrab Wali Kota Makassar, dalam sambutannya.
Kehadiran delegasi internasional, termasuk Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN, Konsulat Jenderal Australia, serta perwakilan kementerian terkait, menunjukkan pengakuan global terhadap MIWF.
Pemerintah Kota berharap festival ini dapat memperkuat identitas Makassar sebagai kota inklusif, terbuka, dan kompetitif secara internasional, sekaligus menjadi ruang interaksi yang mendorong pertumbuhan sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif.
MIWF 2026 mengangkat tema “Re-co-ordinate,” yang menurut Direktur MIWF, Aan Mansyur, lahir dari refleksi pentingnya membangun ulang relasi antarpelaku ekosistem sastra.
“Kita sering melihat kegagalan secara vertikal karena kebijakan. Tapi jangan-jangan persoalan kita juga ada secara relasional,” kata Aan, menekankan pentingnya sinergi antara komunitas dan pemerintah untuk memperkuat posisi MIWF sebagai ruang kolaboratif dan berkelanjutan.
Festival tahun ini menandai kembalinya kolaborasi formal antara MIWF dan Pemerintah Kota Makassar, terakhir terjadi pada 2013.
Aan menilai keterlibatan pemerintah sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak festival, sekaligus memperkuat ruang kebudayaan yang inklusif. Namun, ia menegaskan bahwa fondasi keberlangsungan MIWF tetap berada pada partisipasi warga dan komunitas lokal.
“MIWF bisa bertahan sampai hari ini karena digerakkan oleh warga dan komunitas. Nilai-nilai itulah yang menjadi fondasi utama dalam setiap kolaborasi yang kami bangun,” ujar Aan.
Selain Benteng Rotterdam, rangkaian kegiatan MIWF 2026 juga digelar di Makassar Creative Hub, sebagai upaya memperkuat ruang kreatif yang difasilitasi pemerintah.
Wali Kota Makassar mendorong komunitas, seniman, dan pegiat sastra untuk memanfaatkan ruang tersebut sebagai platform kolaboratif.
“Pemerintah ingin hadir sebagai mitra, izinkan kami menjadi ruang untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan menjadi bagian dalam menumbuhkan sastra serta melahirkan seniman-seniman baru di Kota Makassar,” tambah Appi.
Pembukaan festival ini menjadi bukti meningkatnya pengakuan global terhadap MIWF. Kehadiran delegasi internasional tidak hanya memvalidasi kualitas festival, tetapi juga menegaskan posisi Makassar dalam jejaring sastra dunia.
Dukungan pemerintah, partisipasi warga, serta kolaborasi lintas pihak diyakini akan menjadikan MIWF 2026 sebagai momentum penting dalam memperkuat budaya membaca, menulis, dan kolaborasi kreatif di Kota Makassar.
Dengan lebih dari 144 program yang dirancang untuk empat hari ke depan, MIWF 2026 menegaskan ambisi Makassar menjadi kota sastra dan kreatif yang berdaya saing global, sekaligus meneguhkan nilai inklusivitas dan keterbukaan dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. (*)
MIWF 2026 - Makassar International Writers Festival (MIWF) 2026 resmi dibuka di Benteng Rotterdam, dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Jumat (15/5/2026) malam. (Dok Unhas TV)








