SHAH ALAM, MALAYSIA,UNHAS.TV —Abad ke-21 menghadirkan tantangan baru bagi pemerintahan di seluruh dunia, di mana revolusi digital, kecerdasan buatan, keamanan siber, perubahan iklim, serta meningkatnya tuntutan transparansi publik menempatkan policy and governance sebagai salah satu bidang ilmu dan praktik yang paling strategis dalam menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan masyarakat..
Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin berkolaborasi dengan Faculty of Administrative Science and Policy Studies (FSPP) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menyelenggarakan International Colloquium on Policy and Governance di Kampus UiTM Shah Alam, Malaysia, pada 4 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut menjadi ruang dialog akademik yang mempertemukan dosen, peneliti, mahasiswa, dan praktisi kebijakan untuk berbagi gagasan, hasil penelitian, serta pengalaman dalam menjawab berbagai persoalan publik yang dihadapi masyarakat modern.
Forum ini sekaligus mencerminkan semakin kuatnya komitmen perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara untuk membangun jaringan keilmuan lintas negara yang mampu menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Laporan berbagai organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), menunjukkan bahwa kualitas tata kelola pemerintahan menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam keberhasilan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Karena itu, kolaborasi akademik yang mempertemukan berbagai perspektif lintas negara semakin dipandang penting untuk menghasilkan kebijakan publik yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam sesi presentasi riset, delegasi Universitas Hasanuddin menampilkan sejumlah penelitian yang mencerminkan kedekatan dunia akademik dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Andi Rahmat Hidayat, kandidat doktor dari Wageningen University Belanda, memaparkan kajian mengenai tantangan dan peluang kebijakan lokal dalam tata kelola lahan masyarakat adat di era desentralisasi.
Kajian tersebut menjadi sangat relevan karena berbagai negara saat ini tengah berupaya mencari keseimbangan antara pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, dan pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adat yang selama berabad-abad menjadi penjaga berbagai kawasan penting bagi keberlanjutan ekosistem.
Penelitian mengenai masyarakat adat bahkan semakin mendapat perhatian dunia setelah berbagai studi menunjukkan bahwa wilayah yang dikelola komunitas adat memiliki kontribusi besar terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan mitigasi perubahan iklim.
Kontribusi akademik berikutnya datang dari mahasiswa MAP Universitas Hasanuddin, Nailah Zayyan dan Erick Fathur Rachman, yang mempresentasikan penelitian mengenai efektivitas aplikasi Solata’ Boss dalam pelayanan investasi di Kota Makassar.
Penelitian tersebut mengangkat isu yang sangat aktual mengingat transformasi digital kini menjadi salah satu agenda utama reformasi birokrasi di berbagai negara.
Bank Dunia dan berbagai lembaga internasional mencatat bahwa digitalisasi layanan publik mampu meningkatkan efisiensi pemerintahan, mempercepat pelayanan, mengurangi biaya administrasi, serta memperkuat transparansi dalam proses pengambilan keputusan.
Melalui penelitian tersebut, para mahasiswa menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya menjadi instrumen modernisasi birokrasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

Widi Alviana dan Anantasya Putri, Mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) FISIP Universitas Hasanuddin mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam International Colloquium on Policy and Governance di Faculty of Administrative Science and Policy Studies (FSPP), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional serta mendorong pengembangan riset dan inovasi kebijakan publik yang responsif terhadap tantangan pembangunan di era digital. (Foto:Istimewa).
Sementara itu, Widi Alviana dan Anantasya Putri mempresentasikan hasil penelitian mengenai pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi tani di Desa Mokupa.
Kajian tersebut mengingatkan kembali bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak selalu harus dimulai dari proyek-proyek berskala besar, tetapi juga dapat tumbuh dari penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat yang berbasis pada gotong royong dan partisipasi warga.
Di berbagai negara, model ekonomi berbasis koperasi terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan, ketahanan pangan, dan pengurangan kesenjangan ekonomi.
Kolokium semakin kaya dengan kehadiran dua akademisi senior dari FSPP UiTM, yakni Prof. Yarina Ahmad dan Dr. Mahadir, yang membagikan perspektif mengenai dinamika kebijakan publik dan tantangan tata kelola pemerintahan di kawasan regional Asia Tenggara.
Pertukaran gagasan yang berlangsung sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa berbagai persoalan publik yang dihadapi negara-negara ASEAN pada dasarnya memiliki keterkaitan yang erat sehingga membutuhkan kerja sama yang lebih intensif di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebijakan.
Setelah sesi presentasi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi strategis mengenai penguatan kerja sama kelembagaan antara FISIP Universitas Hasanuddin dan FSPP UiTM Malaysia.
Pembahasan tersebut berfokus pada inisiasi riset kolaboratif antar-dosen yang diharapkan mampu menghasilkan publikasi internasional bereputasi sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di kawasan.
Kedua institusi juga membahas rencana pelaksanaan program pertukaran mahasiswa yang akan melibatkan mahasiswa program sarjana dan magister sebagai bagian dari upaya membangun pengalaman akademik yang lebih global.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar lintas negara tidak hanya meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, komunikasi lintas budaya, dan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin terhubung secara internasional.
Bagi Universitas Hasanuddin, kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam percaturan akademik global.

Mahasiswa dan dosen Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) FISIP Universitas Hasanuddin berfoto bersama di depan Faculty of Administrative Science and Policy Studies (FSPP), Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, dalam rangka kegiatan benchmarking dan International Colloquium on Policy and Governance yang bertujuan memperkuat jejaring akademik internasional, kolaborasi riset, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang administrasi publik dan tata kelola pemerintahan. (Foto:Istimewa).
Lebih dari sekadar forum ilmiah, International Colloquium on Policy and Governance menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan berkembang paling baik ketika dibangun melalui dialog, kolaborasi, dan pertukaran gagasan yang melampaui batas-batas geografis.
Dari Shah Alam, para akademisi Indonesia dan Malaysia mengirimkan pesan optimistis bahwa masa depan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dapat dibangun melalui riset yang berkualitas, pendidikan yang terbuka, serta kemitraan internasional yang berkelanjutan demi kemajuan masyarakat dan kemanusiaan.(*)
Delegasi Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) FISIP Universitas Hasanuddin berfoto bersama pimpinan dan akademisi Faculty of Administrative Science and Policy Studies (FSPP) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia usai pelaksanaan International Colloquium on Policy and Governance, sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama akademik internasional, pengembangan riset kolaboratif, publikasi ilmiah, serta program pertukaran mahasiswa untuk menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan di era digital dan disrupsi global. (Foto:Istimewa).








