Sport

Martin Odegaard Angkat Trofi, Penantian 22 Tahun Arsenal Tuntas dengan Pesta Meriah



ANGKAT TROPI - Suasana riuh gembira mewarnai Stadion Selhurst Park, kandang Crystal Palace begitu Martin Odegaard, pemain Norwegia itu mengangkat trofi Liga Primer, Minggu (24/5/2026). (tangkapan layar The Sun/Getty)


Arteta menurunkan susunan pemain yang berbeda dari laga sebelumnya melawan Burnley. Ia melakukan sembilan perubahan, dengan perhatian tertuju pada final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada Sabtu mendatang.

Keputusan serupa diambil pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, yang juga menyimpan sejumlah pemain utama menjelang final Liga Konferensi Europa di Leipzig.

Bagi Palace, pertandingan ini bukan hanya tentang perpisahan dengan musim kompetisi. Laga tersebut juga menjadi momen perpisahan Glasner dengan publik Selhurst Park setelah lebih dari dua tahun menangani klub.

Pelatih asal Austria itu dinilai membawa perubahan besar bagi Palace dan masih berpeluang menutup masa kerjanya dengan trofi Eropa.

Suasana sempat menurun ketika Adam Wharton, yang masuk pada awal babak kedua, harus keluar 17 menit kemudian akibat cedera pergelangan kaki setelah berduel dengan Myles Lewis-Skelly.

Arsenal juga mendapat kekhawatiran cedera setelah Madueke ditarik keluar sambil memegangi paha belakang tujuh menit menjelang waktu normal berakhir.

Sorotan lain tertuju kepada Eberechi Eze. Mantan pemain Palace itu kembali ke Selhurst Park untuk pertama kalinya sejak pindah ke Arsenal pada musim panas lalu dalam kesepakatan senilai 68 juta poundsterling.

Eze, yang membantu Palace menjuarai Piala FA musim lalu, mendapat tepuk tangan berdiri ketika masuk pada 15 menit terakhir. Ia kembali sebagai lawan, tetapi disambut sebagai pahlawan.

Di lapangan, Arsenal tampil efektif. Jesus membuka keunggulan setelah menyelesaikan kerja sama rapi yang melibatkan Dowman dan Gabriel Martinelli. Madueke kemudian menggandakan keunggulan melalui situasi bola mati tiga menit setelah jeda.

Palace mencoba bangkit pada akhir pertandingan. Mateta menyambut umpan silang Pino untuk memperkecil skor menjadi 1-2.

Pino nyaris menyamakan kedudukan beberapa saat kemudian, tetapi golnya dianulir karena offside. Arsenal pun menutup pertandingan dengan kemenangan, sebelum Selhurst Park berubah menjadi panggung penobatan sang juara baru Inggris. (*)