News

Masuk 2026, Pekerja Rentan Harapkan Perbaikan Sistem dan Kepastian Kerja

KAMPUS - Muhammad Fadli, pengemudi ojek daring yang sering melayani mahasiswa Unhas. Foto: Unhas TV

MAKASSAR, UNHAS.TV - Memasuki tahun 2026, harapan menjadi kata yang paling sering diucapkan para pekerja rentan. Di tengah ketidakpastian pendapatan, sistem kerja berbasis kontrak, hingga minimnya jaminan sosial, resolusi sederhana justru menjadi penopang optimisme mereka dalam menyongsong tahun baru.

Seorang pengemudi ojek daring, Muhammad Fadli (30), menggantungkan hidupnya pada aplikasi transportasi daring. Baginya, resolusi tahun 2026 tidak muluk-muluk. Ia berharap perusahaan aplikator dapat melakukan perbaikan sistem, terutama terkait pemetaan rute perjalanan.

"Resolusinya untuk tahun depan semoga Gojek semakin baik dan memperbaiki rute perjalanannya," ujar Fadli.

Ia menilai masih banyak rute yang secara sistem peta dapat dilalui, namun pada kenyataannya sulit atau bahkan tidak bisa diakses oleh pengemudi. Kondisi ini kerap menyulitkan driver dan berdampak pada waktu tempuh serta penghasilan.

Di balik harapan profesional itu, Fadli juga menyimpan impian pribadi yang sederhana. "Secara pribadi harapan saya ke depannya punya impian beli rumah," katanya.

Harapan serupa juga datang dari Nurliah (43), seorang pekerja cleaning service yang bekerja di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas). Bagi Nurliah, tahun baru adalah tentang kesehatan dan keberlanjutan kerja.

"Ya, selalu panjang umur, sudah banyak rezeki," ucapnya.

Sebagai pekerja kontrak, kekhawatiran terbesar Nurliah adalah soal masa kerja yang terbatas. Kontrak kerjanya diketahui akan berakhir dalam waktu dekat. Karena itu, harapannya di tahun 2026 tertuju pada perpanjangan kontrak.

"Mudah-mudahan ada perpanjangan kontrak. Insya Allah diambil lagi," ujarnya penuh harap.

Selain itu, Nurliah juga berharap hubungan kerja yang harmonis tetap terjaga, baik dengan rekan kerja maupun perusahaan. "Mudah-mudahan sama teman-teman kita di sini sehat selalu," katanya.

Kisah Fadli dan Nurliah menggambarkan wajah pekerja rentan. Mereka yang bekerja keras di balik layanan publik, namun masih bergulat dengan ketidakpastian.

Resolusi mereka bukan tentang kemewahan, melainkan tentang sistem yang lebih adil, kontrak yang berlanjut, kesehatan, dan kesempatan untuk hidup lebih layak.(*)

Achmad Ghiffary M & Mohammad Resha Maharam (UNHAS TV)