MAKASSAR, UNHAS.TV - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Technology Summit atau MEFT Summit 2026, pada 25 dan 26 Juni 2026 di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar.
Mengusung tema "Digital innovation and Sustainable Growth: Strengthening ASEAN's Role In Emerging Economie". Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan dan hasil penelitian di bidang manajemen, ekonomi keuangan, dan teknologi.
MEFT Summit 2026 dilaksanakan secara hybrid dan melibatkan berbagai akademisi serta peneliti dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini juga menghadirkan pembicara internasional dari Malaysia, Qatar, Irak, Nigeria, Korea Selatan, dan Inggris.
Pada pelaksanaan perdananya, MEFT Summit menjadi bagian dari upaya FEB Unhas meningkatkan kinerja akademik dan memperluas jejaring kolaborasi global di bidang riset.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah naskah yang masuk. Lebih dari 300 paper terkirim dan melalui proses review oleh tim penilai multidisiplin, sebanyak 170 paper dinyatakan lolos untuk dipresentasikan dalam forum ilmiah ini.
dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas Prof DR Mursalim Nohong SE MSi CRA CRP CWM menyebutkan bahwa meskipun baru pertama kali digelar, MEFT Summit ini telah mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari sejumlah mitra internasional.
Dua universitas yang menjadi mitra utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini yaitu University Kebangsaan Malaysia di Qatar dan Al-Nisour University Banghdad. Selain itu berbagai akademisi dari negara lain juga turut berpartisipasi sebagai pembicara.
"Management Economic Finance and Technology Summit 2026 ini adalah kali pertama kita laksanakan sebagai wujud pencapaian indikator kinerja utama komputasi ekonomi dan bisnis. Ini adalah kesempatan kepada para peneliti untuk mempresentasikan hasil-hasil penelitiannya," kata Prof Mursalim.
Prof Mursalim menambahkan bahwa melalui penyelenggaraan MEFT Summit ini FEB Unhas berharap hasil-hasil diskusi dan penelitian yang dipresentasikan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan atau policy brief yang bermanfaat bagi universitas, pemerintah, maupun masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa selain menjadi sarana diseminasi ilmu pengetahuan, forum ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan daya saing publikasi para peneliti pada jurnal-jurnal internasional bereputasi.(*)
Zahra Tsabitha Sucheng (UNHAS TV)
Dekan FEB Unhas Prof Mursalim Nohong. Foto: Unhas TV








