Internasional

Meksiko Kacau, Kartel Narkoba Serang Stadion dan Bandara

MAKASSAR, UNHAS.TV - Kelompok bersenjata yang didanai kartel narkotika tiba-tiba menyerang ke arah stadion saat pertandingan antara klub Necaxa melawan Queretao sedang berlangsung di Meksiko.

Tembakan terdengar saat babak kedua baru berlangsung. Suara tembakan yang begitu keras, langsung membuat panik pemain dan perangkat pertandingan sehingga mereka langsung keluar menyelamatkan diri.

Penyerangan itu adalah tindakan balasan dari kartel CJNG atas tewasnya pemimpin mereka, Ruben Oseguera Cervantes, akibat operasi militer gabungan antara Pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat.

Ruben Oseguera Cervantes alias "el Mencho" adalah salah satu buronan papan atas Pemerintah Meksiko untuk membersihkan negara itu dari peredaran narkotika antarbangsa. 

"el Mencho" jadi target utama karena tindakannya brutal dan sangat meresahkan karena seringkali memakai pasukan terlatih setaraf pasukan khusus saat bertindak kepada pemerintah maupun kepada lawan-lawan bisnisnya.

Meskipun lahir di Meksiko, "el Mencho berdiam di San Fransisco, Amerika Serikat. Dia pernah ditahan pada usia 19 tahun atas kasus pencurian dengan menggunakan senjata api. Beberapa tahun kemudian ia dideportasi ke Meksiko, namun belakangan kembali ke Amerika Serikat.

Masa remajanya yang suram makin suram saat bekerja di bawah arahan raja narkotika Nacho Coronel. Begitu Coronel terbunuh pada 2010, "el Mencho" lalu bergabung membentuk Jalisco New Generation Cartel pada 2007-2009.

Pada tahun 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang gerah dengan sikap tindak tanduk JNGC lalu menyematkan JNGC sebagai organisasi teroris. Atas penetapan itu pula, Pemerintah Amerika Serikat terlibat pada operasi penangkapan dan pembunuhan "el Mencho".

Namun, operasi itu ternyata membuat Meksiko jadi seperti ladang api. Pasukan JNGC menyerang sejumlah daerah. Mereka membakar gedung dan mobil, menyerang bandara, hingga memasuki stadion untuk menciptakan ketakutan.(*)