MAKASSAR, UNHAS.TV - Banyak orang mengidamkan gigi putih dan senyum cerah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Salah satu prosedur yang sering dipilih adalah veneer.
Namun, apakah ada cara lain yang lebih aman untuk memutihkan gigi tanpa harus melakukan veneer? Ternyata ada, namanya bleaching gigi. Dua hal ini pada prinsipnya berbeda walau sama-sama untuk mencerahkan warna gigi.
Dikutip dari laman Rumah Sakit Gigi dan Mulut Maranatha, Veneer adalah lapisan gigi yang terbuat dari bahan porselen atau material komposit. Bahan ini kemudian direkatkan ke sisi depan gigi yang telah dikikis untuk memperbaiki enamel gigi yang memiliki warna kusam.
Adapun Bleaching adalah tindakan estetik memutihkan gigi menggunakan zat pemutih (hidrogen peroksida atau karbamid peroksida). Zat kimia ini berfungsi menghilangkan noda sekaligus mengembalikan warga gigi seperti semula.
Secara alami, gigi dapat menjadi lebih gelap akibat paparan makanan dan minuman berwarna seperti kopi, teh, dan makanan berpigmen tinggi. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan warna gigi menjadi kekuningan atau kecoklatan.
Dokter spesialis konservasi gigi, drg Ummi Kalsum MHKes, SpKG menjelaskan, bleaching merupakan prosedur alternatif yang lebih konservatif dibandingkan dengan veneer.
Metode ini hanya bertujuan mencerahkan warna gigi tanpa harus melakukan perubahan permanen pada struktur asli gigi. Lama pengerjaan bleaching juga jauh lebih cepat yakni antara 30-60 menit.
"Pilihan lain dari Veneer yakni bleaching. Dibandingkan veneer yang tindakannya cukup ekstrem, bleaching lebih konservatif. Proses ini mengangkat zat-zat yang membuat warna gigi lebih gelap akibat makanan dan minuman, mirip dengan efek skincare yang mencerahkan kulit. Bleaching bisa menjadi pilihan sedikit lebih aman bagi mereka yang hanya ingin mencerahkan warna gigi," ujarnya.
Pada tindakan veneer, daya taha lapisan bisa selama 7-15 tahun dan bahkan lebih lama, tergantung bahan veneer yang digunakan. Daya tahannya bisa berkurang jika sering terpapar makanan dan minuman yang menimbulkan noda pada gigi.
Selain itu, tindakan veneer dilakukan dengan menghilangkan sebagian enamel gigi. Jika veneer lepas atau rusak, maka harus segera diganti dengan mempertimbangkan risiko pemakai.
Namun, apapun metode yang dipilih, veneer atau bleaching, kebersihan dan kesehatan gigi harus selalu diutamakan.(*)
Andi Putri Najwah (Unhas TV)