MAKASSAR, UNHAS.TV - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof Nasaruddin Umar, menyoroti besarnya potensi dana umat Islam di Indonesia, yang dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional jika dikelola secara optimal.
Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026 di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).
Dalam pemaparannya, Menag mengungkapkan bahwa potensi dana umat yang berasal dari berbagai instrumen keuangan syariah seperti zakat, wakaf, hingga filantropi Islam lainnya diperkirakan mencapai angka yang sangat besar setiap tahunnya.
“Dana umat setiap tahun itu bisa mencapai sekitar Rp1.200 triliun. Ini potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap optimal. Bahkan, menurutnya, jika seluruh instrumen keuangan umat dihitung secara maksimal, nilainya bisa mencapai ratusan triliun rupiah hanya dari satu sektor saja.
Selain itu, Menag juga mencontohkan potensi dana dari berbagai aktivitas keagamaan, seperti fidyah bagi umat Islam yang tidak dapat berpuasa saat Ramadan serta distribusi daging kurban yang nilainya mencapai puluhan triliun rupiah.
Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Agama tengah mendorong penguatan kelembagaan untuk mengelola dana umat secara produktif. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembangunan lembaga pemberdayaan dana umat.
“Kami akan membangun lembaga pemberdayaan dana umat yang nantinya dapat mengelola potensi ini secara lebih terstruktur dan produktif,” jelasnya.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu menambahkan bahwa pengelolaan dana umat tidak hanya bertujuan untuk kepentingan sosial, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Dana umat ini bisa menjadi peluang besar untuk membantu pengusaha kecil dan menengah agar lebih berkembang,” katanya.
Namun demikian, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa produktivitas ekonomi tidak dapat berjalan tanpa adanya stabilitas dan keamanan nasional. Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang relatif aman dengan tingkat kerukunan umat beragama yang tinggi.
“Tidak ada artinya kita bicara produktivitas tanpa keamanan. Alhamdulillah, tingkat kerukunan kita saat ini termasuk yang terbaik,” ujarnya.
Melalui momentum PSBM XXVI 2026, ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam mengoptimalkan potensi dana umat sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di daerah.
Kegiatan PSBM ini diinisiasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ini dihadiri ribuan saudagar dari berbagai daerah dan menjadi ajang konsolidasi ekonomi masyarakat Bugis-Makassar di tingkat nasional.
(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)
DANA UMAT - Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI 2026 di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026). Menang menyoroti besarnya potensi dana umat Islam di Indonesia, yang dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi nasional. (Unhas TV/Achmad Ghiffary)








