UNHAS.TV - Piala Dunia 2026 memberikan satu nuansa berbeda dibanding perhelatan serupa di tahun-tahun sebelumnya. Pada Piala Dunia 2026, satu hal yang paling unik, yakni pemakain sepatu bola yang berwarna merah muda atau pink.
Perhatikan sepatu yang digunakan John Yeboah dan Yan Diomande saat Ekuador dan Pantai Gading berhadapan di babak penyisihan Grup E, 15 Juni 2026. Keduanya sama-sama menggunakan sepatu warna merah muda. John Yeboah dari merek Nike dan Yan Diomande dari merek New Balance.
Ketika Meksiko dan Afrika Selatan berhadapan pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, 19 dari 22 pemain yang ada di lapangan, semuanya menggunakan sepatu merah muda. Hanya tiga orang berbeda.
Erling Haaland dari Norwegia juga tampak memakai sepatu warna merah muda ketika melawan tim Irak. Kylian Mbappe juga menggunakan warna itu ketika Perancis mselawan Senegal.
Adidas memasukkan ciri khas warna merah muda itu melalui sepatu seri Solar Turbo sedangkan Puma melalui seri Poison Pink. Puma bahkan memakai enam pesepakbola sebagai duta merek untuk lebih menaikkan pamor sepatu merah muda. Mereka adalah Eberechi Eze (Inggris), Bukayo Saka (Inggris), Endrick (Brasil), Timothy Weah (Amerika Serikat), dan Yan Diomande (Pantai Gading).
New Balance menyadari enam pesepakbola dengan total pengikut Instagram 32 juta akun ini bisa menjadi pelopor tren dan tentu saja menaikkan marwah merek dan penjualan sepatu itu.
Menurut Direktur Manajemen Produk Nike Football Footwear, Odinga Nimako, para bintang sepakbola adalah individu yang punya karakter kuat dan mereka harus selalu jadi pusat perhatian.
"Cara kami mendekati mereka adalah dengan fokus pada warna-warna yang paling cerah, warna-warna yang benar-benar meningkatkan rasa percaya diri, dan merah muda adalah salah satunya," Odinga Nimako.
Sumber Ide yang Sama
Sepatu bot merah muda menjadi tren besar di Piala Dunia FIFA 2026 karena merek-merek besar seperti Nike, Adidas, Puma, New Balance, Skechers, dan lainnya meluncurkan sepatu berwarna merah muda cerah secara bersamaan untuk turnamen ini.
Fenomena ini --kata perancang sepakbola yang pernah bekerja sama dengan Nike, Adidas, dan Reebok-- terjadi para analis dan pakar pemasaran dari merek-merek itu menggunakan sumber data yang sama.
Maka tidak mengherankan jika rancangan sepatu-sepatu mereka cenderung sama setidaknya dari sisi warna. Para produsen sepatu memahami bahwa turnamen besar seperti Piala Dunia 2026 adalah kesempatan emas untuk memamerka koleksi baru.
Warna merah muda dinilai punya kelebihan yakni sangat kontras dengan rumput hijau. Sepatu ini mudah terlihat di siaran televisi, layar ponsel, dan tetap terlihat jelas saat tersorot lampu stadion.
Namun, tidak semua pemain sepaham dengan pemikiran brand sepatu. Mereka tahu, jika semua pemain tampil dengan sepatu merah muda maka yang terlihat justru tidak ada perbedaan sama sekali. Fenomena yang disebut dengan istilah "pink-cleat problem" ini justru akan mengganggu pesan yang diharapkan.
Makanya, Lionel Messi tetap memaakai sepatu khusus pada tiap-tiap pertandingan. Kapten tim nasional Amerika Serikat, Christian Pulisic, juga sepaham dengan pemikiran Messi dan ia tidak ikut-ikutan dengan tren itu.(*)
PINK - Sepatu pemain bola tim Jerman dan Portugal dominan warna merah muda (pink). Foto: media sosial








