Karir
Pendidikan

Mengenal Lebih Dekat Sosok Ir Saepul Aswadi, Alumni Teknik Unhas 2012 Dibalik ASD Group



Ir Muhammad Saepul Aswadi ST IPM, alumnus Teknik Sistem Perkapalan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang kini memimpin ASD Group. (Dok Pribadi)


Perusahaan ini bergerak di bidang docking dan repair, jual beli kapal, pembangunan kapal Pinisi, konstruksi kapal fiber dan baja, hingga penyewaan berbagai jenis kapal. 

Dalam lanskap bisnis yang terus bergerak, perusahaan ini menempatkan diri sebagai penyedia solusi untuk kebutuhan industri maritim.

Saepul Marine Industry juga memperluas jangkauan dengan alamat operasional di Singapura dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kehadiran di dua titik itu mencerminkan orientasi bisnis yang tidak hanya menyasar pasar lokal, tetapi juga membuka koneksi yang lebih luas ke jejaring internasional.

Di Bulukumba, pusat budaya kapal Pinisi, akar lokal tetap dipertahankan. Di Singapura, simpul bisnis maritim regional, langkah ekspansi memperoleh pijakan strategis.

Dalam profil perusahaannya, saepulmarineindustry.com menekankan keunggulan pada pembangunan kapal baja. Perusahaan ini mengandalkan rekayasa presisi, material berkualitas, serta penerapan teknologi modern.

Standar yang disebut bukan main-main, seperti IMO, ABS, DNV, hingga Lloyd’s Register. Ambisinya jelas, menjadi nama yang diperhitungkan dalam industri maritim dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar global.

Namun kisah Saepul tidak berhenti pada galangan dan kapal. ASD Group justru dibangun sebagai holding dengan spektrum usaha yang lebih lebar, mencakup konstruksi, nikel, teknologi, ekspor-impor, hingga penguatan UMKM.

Model ini memperlihatkan cara pandangnya terhadap bisnis: tidak terpaku pada satu sektor, tetapi membaca keterhubungan antarbisnis dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Kini ASD Group disebutkan Saepul, tengah bersiap menuju penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Bagi Saepul, langkah itu tampaknya bukan sekadar target bisnis, melainkan penanda bahwa usaha yang berangkat dari keberanian membaca peluang di masa krisis perlahan sedang bergerak ke fase yang lebih besar.

Dari seorang mahasiswa Teknik Unhas, ia menjelma menjadi representasi generasi pengusaha baru Sulawesi Selatan yang tumbuh dengan pijakan lokal, tetapi menatap pasar yang lebih luas.

(Venny Septiani Semuel / Unhas TV)