Internasional
Kesehatan

Mengenal Penyakit Hantavirus yang Tewaskan 3 Penumpang di Kapal Pesiar

Wabah yang diduga Hantavirus di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik menyebabkan penumpang mengalami gangguan pernapasan berat Sabtu (2/5/2026). (Asatunews.co)

Beberapa penumpang di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik dilaporkan mengalami penyakit pernapasan berat pada Sabtu (2/5/2026).

Kapal tersebut mengangkut 147 penumpang dan awak. Hingga Senin (4/5/2026), Badan Kesehatan Dunia atau WHO mencatat adanya tujuh kasus, terdiri dari dua kasus hantavirus dan lima kasus suspek.

Dalam tragedi tersebut, tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia, satu dalam kondisi kritis, dan tiga orang lainnya dengan gejala ringan.

WHO mengatakan dalam siaran persnya, wabah yang diduga Hantavirus tersebut ditangani melalui respons internasional yang terkoordinasi, meliputi investigasi menyeluruh, isolasi dan perawatan pasien, evakuasi medis, serta pemeriksaan laboratorium. 

Infeksi Hantavirus pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi. Penyakit ini tergolong langka, namun memiliki tingkat keparahan tinggi dan berpotensi fatal.

Meskipun jarang, penularan antarmanusia dalam skala terbatas pernah dilaporkan, khususnya pada wabah virus Andes, salah satu jenis hantavirus.

“Hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko kejadian ini terhadap populasi global masih rendah. WHO juga akan terus memantau perkembangan epidemiologi serta memperbarui penilaian risiko secara berkala,” tulis laporan tersebut.

Apa itu Hantavirus?

Dikutip dari laman resmi WHO, Hantavirus merupakan virus zoonosis yang secara alami menginfeksi hewan pengerat dan dalam kondisi tertentu dapat menular ke manusia.

Infeksi pada manusia dapat menimbulkan penyakit serius bahkan berujung kematian, dengan manifestasi yang berbeda tergantung jenis virus dan wilayah geografisnya. 

Hingga kini belum tersedia terapi spesifik untuk menyembuhkan infeksi Hantavirus. Namun, penanganan medis suportif sejak dini sangat krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan, dengan fokus pada pemantauan kondisi klinis secara ketat serta penanganan komplikasi pada sistem pernapasan, kardiovaskular, dan ginjal.

Upaya pencegahan utamanya dilakukan dengan meminimalkan kontak antara manusia dan hewan pengerat yang terinfeksi. 

Pencegahan infeksi Hantavirus pada dasarnya dilakukan dengan meminimalkan kontak antara manusia dan hewan pengerat.

Upaya ini dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja, menutup celah yang memungkinkan tikus masuk ke dalam bangunan, serta menyimpan makanan secara aman agar tidak menarik perhatian hewan pengerat.

Selain itu, pembersihan di area yang terkontaminasi perlu dilakukan dengan cara yang aman, seperti tidak menyapu kering atau menggunakan penyedot debu untuk membersihkan kotoran tikus, melainkan terlebih dahulu membasahi area tersebut sebelum dibersihkan. Praktik kebersihan tangan juga harus diperkuat untuk mencegah penularan.

Dalam situasi wabah atau ketika terdapat kasus yang dicurigai, langkah penting lainnya adalah melakukan identifikasi dan isolasi kasus secara dini, memantau kontak erat, serta menerapkan prosedur pencegahan infeksi standar guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)