MAKASSAR, UNHAS.TV – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau penerapan sistem absensi digital di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Pajjaiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan itu juga dilakukan untuk mengecek kesiapan siswa dan fasilitas menjelang rencana peresmian Sekolah Rakyat tahap kedua yang dipusatkan di Makassar.
Dalam kunjungannya, Saifullah melihat langsung cara siswa menggunakan kartu digital untuk mencatat aktivitas mereka di lingkungan sekolah.
Sistem tersebut tidak hanya merekam kehadiran saat masuk kelas, tetapi juga ketika siswa memasuki asrama, tempat ibadah, hingga ruang makan.
Data aktivitas siswa terhubung dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua. Dengan sistem tersebut, pihak sekolah dapat mengetahui keberadaan siswa selama mengikuti kegiatan di kompleks pendidikan berasrama.
“Setiap siswa yang mau masuk asrama, mau masuk kelas, mau beribadah, mau makan, itu cukup menggunakan kartu, ngetap, dan sudah terhubung dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua,” kata Saifullah.
Sistem serupa juga diberitakan digunakan untuk memperkuat pemantauan aktivitas siswa Sekolah Rakyat di Makassar.
Menurut Saifullah, digitalisasi diperlukan untuk mendukung sistem pengawasan di lingkungan Sekolah Rakyat yang memiliki banyak fasilitas dan kegiatan. Pemerintah ingin aktivitas siswa selama mengikuti pendidikan berasrama dapat dipantau secara terintegrasi.
Selain memeriksa sistem absensi, Saifullah meninjau siswa yang sedang mempersiapkan diri menyambut agenda peresmian Sekolah Rakyat tahap kedua.
Makassar direncanakan menjadi salah satu lokasi utama kegiatan tersebut. Jadwal pelaksanaannya masih menyesuaikan agenda Presiden Prabowo Subianto. Prabowo masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada September 2026.
Gedung Permanen dan Transisi Sekolah
Saifullah mengatakan gedung permanen Sekolah Rakyat kini telah dibangun di puluhan kabupaten dan kota dari Aceh hingga Papua. Pemerintah menargetkan jumlah gedung permanen terus bertambah pada 2027.
Menurut dia, setiap kompleks Sekolah Rakyat permanen dirancang untuk menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Fasilitasnya meliputi asrama siswa, asrama guru, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, fasilitas olahraga, serta sarana pendukung lainnya.
Saifullah mengatakan desain gedung disiapkan oleh tim pemerintah pusat, sedangkan pembangunan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian Sosial bertanggung jawab terhadap operasional Sekolah Rakyat.
“Kalau semuanya sudah siap dan semua sudah beroperasi, khususnya gedung permanen, kami akan mohon waktu kepada Bapak Presiden untuk bisa meresmikan gedung permanen secara nasional,” ujar Saifullah.
Menurut dia, Makassar merupakan salah satu lokasi yang diusulkan menjadi tempat peresmian tersebut. Namun, pemerintah masih menunggu penyesuaian jadwal Presiden.
Pemerintah kini memprioritaskan proses perpindahan siswa dari gedung sementara menuju gedung permanen. Saifullah mengatakan kekurangan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana akan dipenuhi secara bertahap sesuai kondisi masing-masing sekolah.
Kunjungan Saifullah ke Makassar juga bertepatan dengan sejumlah agenda penguatan pengelolaan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan. Pada hari yang sama, ia menghadiri kegiatan penguatan pengasuhan bagi wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat di Makassar.
Menutup kunjungannya di Sekolah Rakyat Makassar, Saifullah turut melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah.
(Wandi Nojeng / Unhas TV)
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. (Unhas TV / Wandi Nojeng)



-300x200.webp)

-300x169.webp)

_1-300x152.webp)
