Terkini

Mobil Ambulans Bertenaga Surya Sukses Diuji Coba di Kenya, Kapan di Indonesia?

AMBULANS - Mahasiswa Universitas Teknologi Eindhoven bersama dengan Stella Juva,Bart ambulans bertenaga sel surya. Foto: Bart van Overbeeke / STE

UNHAS.TV - Mobil ambulans bertenaga surya buatan Solar Team Eindhoven, Belanda, sukses diuji coba di wilayah Kenya yang merupakan negara dengan serapan penggunaan listrik masih rendah. 

Mobil ambulans bernama Stella Juva ini adalah "ambulans tenaga surya pertama di dunia" yang dibuat oleh tim berisikan 23 mahasiswa dari Universitas Teknologi Eindhoven, Belanda, dan dua lembaga pendidikan lainnya.

Stella Juva membawa peralatan medis termasuk mesin sinar-X, USG, serta lemari pendingin untuk menjaga vaksin tetap dingin. Atap Stella Juve dilengkapi dengan panel surya sehingga dapat mengisi daya saat berkendara. Panel surya yang dapat diperpanjang dan dilipat saat tidak bergerak.

Solar Team Eindhoven berharap kendaraan yang baru dikembangkan ini dapat membantu membawa layanan kesehatan kepada mereka yang kesulitan mengaksesnya. Afrika, khususnya Kenya, yang dipilih seagai wilayah uji coba karena akses listrik merupakan masalah utama di fasilitas medis sehingga membatasi perawatan yang dapat diberikan.

Hal menarik dari Stella Juve adalah, ambulans ini bisa dioperasikan sebagai klinik kesehatan bergerak yang mengangkut pasien dan peralatan medis, serta dapat dibawa ke tempat-tempat yang tidak memiliki fasilitas tersebut.

Uji coba di Kenya berhasil diwujudkan berkat kerja sama dengan organisasi nonpemerintah Amref Health Africa. Dari uji coba itu, Stella Juve mampu menempuh perjalanan jarak jauh melintasi medan yang sulit dan menjangkau komunitas terpencil.

Pada saat diam, Stella Juva mengubah sinar surya menjadi energi untuk bahan daya peralatan medis sehingga tidak perlu bahan bakar tradisional atau terhubung ke infrastruktur pengisian daya.

Isabella Wanningen, seorang anggota Solar Team Eindhoven, menyebutkan, mobil ini berhasil menempuh perjalanan lebih dari 800 km di Kenya, termasuk menjelajahi wilayah Mosiro yang sama sekali tidak memiliki fasilitas listrik. Mobil ini juga terbilang tangguh menghadapi medan tidak rata dan berdebu tanpa hambatan berarti.

"Hasilnya benar-benar melebihi apa yang kami harapkan," katanya.

Kondisi Indonesia

Sejauh ini pengembangan kendaraan listrik Indonesia masih sebatas kendaraan untuk transportasi massal dan masih sangat jarang untuk penggunaan khusus, semisal untuk pelayanan kesehatan. 

Padahal Indonesia adalah negara berpenduduk padat dan tersebar di ratusan pulau. Mereka yang berada di daerah terpencil, misalnya, masih sangat kesulitan mengakses layanan kesehatan sehingga dibutuhkan fasilitas pelayanan yang bisa bergerak bebas menuju ke masyarakat yang membutuhkan.

Sejumlah produsen kendaraan listrik sebenarnya sudah bergerak meski dalam skala kecil. DFSK, misalnya, memunculkan Gelora E yang kemudian dimodifikasi menjadi ambulans serta Wuling melalui Mitra EV Ambulans sebagai kendaraan yang dirancang menenuhi standar medis. 

Masalahnya, kendaraan-kendaraan listrik tersebut masih membutuhkan pusat pengisian. Belum ada satu pun mobil listrik yang bisa mengisi dayanya atau baterainya dengan cara mandiri melalui pemasangan sel surya.(*)