.webp)
MPLS 2026 - Mendikdasmen Prod Abdul Mu'ti memberikan sambutan via video pada kegiatan MPLS Ramah SNT 09 Gowa, Senin (10/8/2026). MPLS ini untuk mengenal lingkungan sekolah dan membangun karakter secara positif. (Dok BBPMP Sulsel)
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah MSi menambahkan pentingnya penguatan iman dan takwa di tengah perkembangan teknologi. Ia juga mendorong murid memperkuat literasi digital serta kompetensi 4C, yakni critical thinking, creativity, communication, dan collaboration.
"Empat kemampuan tersebut dipandang semakin penting ketika murid berhadapan dengan perubahan teknologi dan lingkungan sosial yang bergerak cepat," ujarnya.
Literasi digital, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dimanfaatkan secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu'ti MEd meresmikan SNT sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan bagi murid berbakat istimewa.
"Sekolah diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi peserta didik untuk mengenali sekaligus mengembangkan potensinya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan MPLS serentak via tayangan video.
Konsep pembelajaran menyenangkan menjadi salah satu titik tekan. Murid tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi didorong untuk bertanya, mengeksplorasi gagasan, berkreasi, dan bekerja sama.
Bagi SNT 09 Gowa, prinsip tersebut mulai dikenalkan sejak MPLS. Selama lima hari, murid menjalani proses adaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus mengenali pola interaksi dan nilai yang akan menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Syahrul mengatakan masa pengenalan menjadi fondasi bagi terbentuknya pengalaman belajar yang positif. Karena itu, pendekatan yang digunakan diarahkan pada penciptaan lingkungan yang ramah, aman, nyaman, dan jauh dari praktik pengenalan sekolah yang bersifat intimidatif.
Dengan komposisi murid yang terbagi sama antara SMP dan SMA, sekolah mulai membangun ekosistem pendidikan lintas jenjang. Model tersebut diharapkan membuat budaya belajar dapat berkembang secara berkesinambungan dan memberi ruang bagi interaksi yang lebih luas antarmurid.
Bukan Sekadar Prestasi Akademik
MPLS juga menjadi ruang pertama untuk memperkenalkan pandangan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik.
Akhlak, kejujuran, kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi menjadi bagian dari bekal yang ingin dikembangkan.
BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan mendukung kehadiran SNT 09 Gowa sebagai bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan bermutu.
Dukungan tersebut diarahkan bukan hanya pada kesiapan fasilitas, melainkan juga pada pembentukan lingkungan pendidikan yang mampu mengenali dan mengembangkan potensi setiap murid.
SNT 09 Gowa kini menghadapi pekerjaan berikutnya setelah masa pengenalan selesai: memastikan berbagai prinsip yang dikenalkan selama MPLS benar-benar hidup dalam proses pembelajaran sehari-hari.
"Bagi 80 murid yang mengikuti MPLS, lima hari pertama itu menjadi permulaan perjalanan yang lebih panjang," ujar Keplaa BBPMP Sulsel Dr Imran.
"Mereka akan memasuki ruang belajar yang menuntut kemampuan akademik sekaligus karakter, kreativitas, dan kecakapan beradaptasi," lanjutnya.
Kolaborasi pemerintah, BBPMP Sulawesi Selatan, sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk menjaga perjalanan itu.
SNT 09 Gowa diharapkan berkembang menjadi lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, adaptif terhadap perubahan zaman, dan mampu memberi ruang bagi setiap murid untuk tumbuh sesuai potensi terbaiknya. (*)



 FICS-300x166.webp)

-300x176.webp)


