BULUKUMBA, UNHAS.TV - Fenomena meningkatnya perilaku agresif, penggunaan bahasa yang tidak santun, hingga perundungan di dunia maya pada anak-anak, ditengarai karena pengaruh gim online.
Pada kondisi ini, diperlukan penguatan berupa kemampuan mengelola emosi dan karakter anak sejak dini demi mengurangi dampak buruk dari ketergantungan anak-anak pada dunia gim.
Seiring keresahan itu, tim pengabdian kepada masyarakat Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan program G-STAMP (Gamer Sehat Tanpa Makian dan Perundungan) untuk siswa UPT SDN 5 Appasarenge, Kabupaten Bulukumba, Kamis (6/8/2026).
Program ini dirancang sebagai media edukasi untuk membangun kebiasaan bermain gim yang sehat, aman, dan bertanggung jawab melalui pendekatan kesehatan mental, penguatan karakter, serta literasi digital.
Ketua tim pengabdian, Dr Tuti Seniwati SKep Ns MKes menjelaskan, program tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kesehatan mental dan pengendalian emosi, serta SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi digital anak.
"Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang memberikan banyak manfaat sekaligus menghadirkan berbagai tantangan. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola emosi, berkomunikasi secara santun, dan memahami etika berinteraksi di ruang digital. Melalui G-STAMP, kami ingin membantu siswa menjadi pengguna teknologi yang cerdas, sehat, dan bertanggung jawab," jelas Dr. Tuti.
Menurut Dr Tuti, kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup diukur dari keterampilan mengoperasikan perangkat digital. Anak juga perlu memahami konsekuensi dari setiap perilaku yang dilakukan di ruang digital, termasuk pentingnya menghargai orang lain, menghindari ujaran yang menyakiti, serta mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang memicu frustrasi saat bermain gim.
Pada kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengetahuan mengenai manfaat dan risiko penggunaan gim daring, mengenali perilaku toxic gaming seperti makian dan perundungan, serta memahami pentingnya menciptakan lingkungan bermain yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta didik sekaligus mendorong mereka menerapkan perilaku positif saat menggunakan teknologi digital.
Tim juga memperkenalkan teknik relaksasi sederhana untuk membantu siswa mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi yang memicu kemarahan saat bermain gim. Latihan tersebut meliputi teknik pernapasan sadar dan jeda selama sepuluh detik sebelum memberikan respons.
Kepala UPT SDN 5 Appasarenge, Arbain AMa SPd MPd menghargai pelaksanaan program yang dinilai relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Menurutnya, penguatan literasi digital perlu diimbangi dengan pembentukan karakter agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.(*)
GIM - Kegiatan G-STAMP (Gamer Sehat Tanpa Makian dan Perundungan) di UPT SDN 5 Appasarenge, Kabupaten Bulukumba, Kamis (6/8/2026). Foto: Humas Unhas






-300x182.webp)

