Lingkungan
News

MPR RI Goes to Campus, Eddy Soeparno Ajak Mahasiswa Unhas Kawal Transisi Energi

KULIAH UMUM - Wakil Ketua MPR RI, Dr Eddy Soeparno SH MH saat membawakan kuliah umum di Arsjad Rasjid Lecture Theatre, Kampus Unhas, Selasa (10/3/2026). (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Ratusan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadiri kuliah umum bertema “Urgensi Transisi Energi untuk Mencegah Krisis Iklim” yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program MPR RI Goes to Campus, yang menjadikan Unhas sebagai kampus ke-45 dalam rangkaian sosialisasi nasional.

Wakil Ketua MPR RI, Dr Eddy Soeparno SH MH hadir sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Eddy mengajak mahasiswa berperan aktif dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia, mulai dari energi surya, angin, air, panas bumi, biogas, energi laut, hingga nuklir.

"Kita berada di tahap krisis iklim yang menuntut kewaspadaan terhadap bencana alam, tanah longsor, polusi udara, dan masalah sampah," katanya.

Eddy menekankan pentingnya transisi energi untuk menekan dampak perubahan iklim. Selain itu, pengembangan energi terbarukan diyakini dapat membuka sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan baru melalui green economy.

Namun, ia juga mengakui sejumlah kendala, seperti keterbatasan teknologi, sumber daya manusia, pendanaan, dan keandalan jaringan listrik (grid).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K), dalam sambutannya menyoroti prestasi Unhas, termasuk keberhasilan meraih juara di PINNAS 37 dan 38.

Ia berharap kuliah umum yang disampaikan Eddy dapat memantik semangat mahasiswa untuk lebih giat belajar dan berkompetisi.

Dalam sesi wawancara, Eddy menjelaskan lebih rinci tentang peran nuklir sebagai salah satu teknologi yang sedang dipelajari dan dikembangkan di Indonesia.

"Nuklir merupakan sumber energi yang handal dan bersih, serta digunakan di seluruh dunia untuk mendukung teknologi, termasuk pusat data (data center)," ujar Eddy.

Ia menekankan bahwa partisipasi mahasiswa sangat dibutuhkan, baik melalui penelitian, kajian ilmiah, maupun pembentukan komunitas energi terbarukan yang mampu memberikan output konkret dan bermanfaat.

Program MPR Goes to Campus ini menjadi ruang dialog antara legislatif dan generasi muda, sekaligus media edukasi tentang tantangan dan peluang transisi energi.

Eddy menegaskan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat, terutama mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

"Melalui program ini, kami berharap mahasiswa Unhas dapat ikut serta dalam pengembangan energi terbarukan, baik secara akademik maupun melalui komunitas inovatif, sehingga bisa menyelamatkan iklim dan lingkungan Indonesia," tutup Eddy.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)