PANGKEP, UNHAS.TV – Memasuki pertengahan April 2026, Taman Purbakala Sumpang Bita di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, masih menjadi salah satu tujuan liburan favorit warga.
Di tengah naiknya biaya rekreasi keluarga, kawasan ini menawarkan pilihan wisata yang relatif murah. Pengunjung cukup membayar tiket Rp10 ribu untuk menikmati suasana alam karst, melihat gua prasejarah, hingga menggunakan berbagai fasilitas di dalam kawasan tanpa biaya tambahan.
Terletak di kaki perbukitan karst Balocci, kawasan wisata ini menyajikan hamparan rumput hijau, tebing batu kapur, dan udara yang sangat sejuk. Lanskap itu menjadi daya tarik utama bagi warga yang ingin beristirahat sejenak dari suasana perkotaan.
Di balik panorama alamnya, Sumpang Bita juga memiliki nilai sejarah. Situs ini dikenal sebagai cagar budaya yang menyimpan jejak kehidupan manusia prasejarah, yang masih tergambar pada dinding-dinding gua di kawasan tersebut.
Pengelola Taman Purbakala Sumpang Bita, Ridwan S, mengatakan harga tiket sengaja dibuat terjangkau agar masyarakat bisa menikmati wisata alam dan edukasi dalam satu kunjungan.
Dengan tiket Rp10 ribu, pengunjung dapat berkeliling melihat gua prasejarah, menggunakan toilet, bersantai di gazebo, serta berenang di kolam yang berada di area atas. Seluruh fasilitas itu, kata dia, dapat dinikmati tanpa pungutan tambahan.
Skema tarif tunggal itu ikut mendongkrak jumlah kunjungan, terutama saat hari libur akhir pekan. Pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar 50 orang per hari.

Pengelola Taman Purbakala Sumpang Bita, Ridwan S. (Unhas TV/Amina Rahma)
Namun saat akhir pekan atau libur panjang, jumlahnya bisa melampaui 200 orang dalam sehari. "Lonjakan lebih besar bahkan tercatat pada akhir Maret lalu, ketika jumlah pengunjung mencapai sekitar 1.600 orang," ujar Ridwan.
Kenaikan angka kunjungan itu menunjukkan kecenderungan warga memilih lokasi wisata yang lebih hemat, terbuka, dan tidak terlalu jauh dari pusat permukiman.
Alih-alih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan, sebagian warga memilih datang ke ruang terbuka seperti Sumpang Bita untuk menikmati udara segar dan suasana yang lebih tenang.
Pola itu terlihat terutama pada masa libur setelah Lebaran, ketika keluarga mencari tempat rekreasi yang bisa dinikmati bersama tanpa membebani pengeluaran.
Salah seorang pengunjung, Nasrah, mengaku lebih menyukai suasana alam dibandingkan pusat perbelanjaan. Menurut dia, udara di kawasan itu masih asri dan cocok untuk menenangkan pikiran setelah padatnya aktivitas selama masa Lebaran.
.webp)
Nasrah dan keluarga saat berkunjung ke Taman Purbakala Sumpang Bita Pangkep, pekan lalu. (Unhas TV/Amina Rahma)
Lokasi tersebut juga dinilai pas untuk berkumpul bersama keluarga, karena selain murah, area wisatanya cukup luas dan memberi ruang bagi pengunjung untuk bersantai.
Meski demikian, pengunjung tetap perlu memperhitungkan waktu kunjungan. Pagi hari dinilai menjadi waktu terbaik, terutama bagi mereka yang ingin naik ke area gua. Selain cuaca belum terlalu panas, perjalanan menaiki tangga menuju lokasi gua juga terasa lebih nyaman.
Faktor ini penting, mengingat sebagian area wisata berada di ketinggian dan membutuhkan tenaga lebih bagi pengunjung, terutama anak-anak dan orang tua.
Tren itu diperkirakan berlanjut pada libur sekolah dan akhir pekan. Dengan biaya yang relatif rendah, Taman Purbakala Sumpang Bita menawarkan kombinasi wisata alam, sejarah, dan rekreasi keluarga dalam satu kawasan.
Bagi warga yang mencari tempat liburan hemat di Pangkep, lokasi ini menjadi pilihan yang sulit diabaikan. Cukup dengan Rp10 ribu, pengunjung tak hanya datang untuk berpiknik, tetapi juga belajar melihat jejak masa silam di tengah bentang alam karst yang masih terjaga.
(Amina Rahma Ahmad / Unhas TV)
WISATA - Objek wisata Sumpang Bita, di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menjadi salah satu destinasi wisata alam. (Dok Geopark Pangkep)


-300x149.webp)





