MAKASSAR, UNHAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memperkirakan musim kemarau tahun 2026 di Sulawesi Selatan akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Prediksi ini disampaikan dalam rapat koordinasi posko Lebaran sekaligus konferensi pers yang digelar di Kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Jumat (13/3/2026).
Forum tersebut dihadiri berbagai instansi pemerintah, BUMN, serta perusahaan swasta yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan layanan publik dan mitigasi kebencanaan.
Di antara yang hadir yakni perwakilan Pemerintah Kota Makassar, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Selain itu, sejumlah institusi transportasi dan perusahaan BUMN juga turut berpartisipasi, seperti PT PLN Persero, PT Pelabuhan Indonesia Regional 4, Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, ASDP Indonesia Ferry, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Selain membahas kesiapsiagaan menghadapi arus mudik Lebaran, pertemuan ini juga menjadi ruang koordinasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan lebih ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar, Ayi Sudrajat, mengatakan analisis dinamika atmosfer dan kondisi laut menunjukkan sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan berpotensi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya.
“Prediksi musim kemarau untuk tahun ini akan ada wilayah yang merasakan musim kemarau lebih awal yakni di bulan April, seperti di wilayah Selayar. Sementara Kota Makassar diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026,” kata Ayi.
Ia menambahkan, kondisi kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dari rata-rata klimatologis dan berpotensi berlangsung lebih panjang.
.webp)
RAKOR - Kepala BMKG Wilayah IV Ayi Sidrajat menyerahkan plakat ke sejumlah lembaga pemerintah dan institusi transportasi serta perusahaan yang hadir dalam Rakor Posko Lebaran dan Prediksi Musim Kemarau 2026 di Kantor BMKG IV Makassar, Jumat (14/3/2026). (Unhas tv/Rahmatia)
“Dampak musim kemarau tahun ini diprediksi akan lebih kering dari biasanya dan akan lebih panjang,” ujarnya.
Kemarau Mulai Bulan Juli 2026
BMKG mencatat sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada Juli 2026. Namun, beberapa wilayah di bagian barat provinsi tersebut berpotensi mengalami pergeseran musim lebih awal, sekitar Mei.
Perbedaan waktu awal musim kemarau ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer regional serta kondisi suhu muka laut di perairan sekitar Indonesia yang memengaruhi pola pembentukan awan hujan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, BMKG menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini, terutama bagi sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Kehadiran berbagai pihak tersebut dinilai penting mengingat dampak musim kemarau tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga berpengaruh pada transportasi, kelistrikan, hingga distribusi logistik.
BMKG berharap informasi prediksi iklim ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menyusun langkah antisipasi serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.
Usai konferensi pers, para peserta diajak meninjau sejumlah fasilitas operasional BMKG, termasuk ruang InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) serta Network Operation Center (NOC) yang menjadi pusat pemantauan dan penyebaran informasi kebencanaan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai simbol penguatan sinergi antara BMKG dan berbagai lembaga dalam menghadapi tantangan cuaca dan iklim di tahun mendatang.
(Rahmatia Ardi / Unhas TV)
RAKOR - Kepala BMKG Wilayah IV Ayi Sidrajat menyerahkan plakat ke sejumlah lembaga pemerintah , institusi transportasi, serta perusahaan BUMN yang hadir dalam Rakor Posko Lebaran dan Prediksi Musim Kemarau 2026 di Kantor BMKG IV Makassar, Jumat (14/3/2026). (Unhas tv/Rahmatia)






-300x200.webp)

