News

Mudah dan Profesional, Ini Alur Menerbitkan Buku di Unhas Press

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV – Minat dosen, peneliti, mahasiswa, maupun masyarakat umum untuk menerbitkan buku terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Unhas Press menghadirkan layanan penerbitan yang profesional, mulai dari tahap seleksi naskah hingga buku terbit dan didistribusikan kepada pembaca.

Direktur Unhas Press, Andri Alimuddin, mengatakan bahwa menerbitkan buku bukan sekadar mencetak naskah menjadi buku fisik. Proses tersebut membutuhkan kurasi, pendampingan editorial, desain, hingga strategi distribusi agar karya yang dihasilkan memiliki kualitas dan jangkauan yang luas.

Menurut Andri, salah satu keunggulan Unhas Press adalah reputasi dan pengalaman panjang yang dimilikinya dalam dunia penerbitan. Unhas Press merupakan salah satu penerbit perguruan tinggi tertua di Indonesia yang jejaknya dapat ditelusuri sejak tahun 1956 melalui Lembaga Penerbitan Universitas Hasanuddin (Lephas), sebelum kemudian berkembang menjadi Unhas Press seperti yang dikenal saat ini.

Selama puluhan tahun, Unhas Press telah menerbitkan ribuan judul buku yang menjadi rujukan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Reputasi tersebut menjadikan Unhas Press memiliki posisi yang kuat di lingkungan akademik nasional.

“Banyak penulis yang memiliki naskah bagus, tetapi kurang memperhatikan pilihan penerbit. Padahal nama penerbit ikut menentukan kredibilitas sebuah buku. Ketika diterbitkan oleh lembaga yang memiliki reputasi dan rekam jejak panjang, kepercayaan pembaca, institusi, maupun dunia akademik juga akan lebih tinggi,” kata Andri di Makassar, Kamis (18/6/2026).

Ia menambahkan, menulis buku membutuhkan waktu, tenaga, dan pemikiran yang tidak sedikit. Karena itu, penulis perlu memastikan karya yang dihasilkan diterbitkan oleh lembaga yang memiliki standar editorial yang baik dan jaringan distribusi yang jelas.

“Daripada menerbitkan buku di penerbit yang belum memiliki rekam jejak yang kuat, tentu lebih baik memilih penerbit yang telah dikenal luas dan memiliki sistem penerbitan yang profesional. Dengan begitu, nilai dan dampak dari buku yang ditulis akan jauh lebih besar,” ujarnya.

Selain didukung identitas Universitas Hasanuddin sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Unhas Press juga merupakan anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI), yang semakin memperkuat posisinya sebagai penerbit akademik yang kredibel dan terpercaya.



Andri menjelaskan bahwa proses penerbitan di Unhas Press diawali dengan pengiriman naskah oleh penulis. Penulis bisa menghubungi nomor kontak admin Unhas Press, yakni 0823-5552-3119. Pihak Unhas Press akan menghubungi penulis untuk meminta naskah yang hendak diterbitkan.

Naskah tersebut kemudian diregistrasi dan diperiksa oleh tim administrasi sebelum masuk ke meja editor untuk menjalani proses kurasi editorial.

Pada tahap ini, editor menilai kualitas isi, kedalaman gagasan, segmentasi pasar, serta kesesuaian naskah dengan karakter dan standar penerbitan Unhas Press. Hasil penilaian dapat berupa penerimaan, penerimaan dengan revisi, atau penolakan.

Jika naskah dinyatakan layak diterbitkan, tim Unhas Press akan menyusun proposal penerbitan yang mencakup estimasi biaya produksi, skema kerja sama, jumlah cetakan, hingga strategi distribusi. Proposal tersebut kemudian didiskusikan bersama penulis dalam proses negosiasi.

“Komunikasi dengan penulis menjadi tahap yang sangat penting. Kami membicarakan berbagai aspek, mulai dari biaya, hak cipta, royalti, hingga model kerja sama yang paling sesuai,” jelas Andri.

Setelah tercapai kesepakatan, Unhas Press menyiapkan kontrak atau nota kesepahaman (MoU) yang mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak. Dokumen tersebut mencakup pengaturan hak cipta, skema royalti, distribusi, jumlah cetakan, dan durasi kerja sama.

Tahap berikutnya adalah produksi buku. Pada fase ini, naskah menjalani editing substansi untuk memperkuat struktur dan argumentasi tulisan. Proses tersebut dilanjutkan dengan copy editing, proofreading, desain sampul, serta penataan isi buku atau layout.

Menurut Andri, editing substansi merupakan salah satu tahap paling penting karena menentukan kualitas akhir buku yang akan diterbitkan.

“Editor dan penulis biasanya berdiskusi beberapa kali. Tujuannya agar naskah menjadi lebih kuat, lebih rapi, dan lebih nyaman dibaca,” tuturnya.

Setelah seluruh proses editorial selesai, naskah memasuki tahap pra-cetak. Tim produksi melakukan finalisasi file, pengurusan ISBN dan barcode, penentuan spesifikasi kertas serta finishing buku. Selanjutnya dilakukan proof cetak sebelum masuk ke produksi massal dan quality control.

Buku yang telah selesai dicetak kemudian didistribusikan melalui berbagai kanal pemasaran dan jaringan yang dimiliki Unhas Press, baik secara langsung maupun melalui platform penjualan daring.



Andri menegaskan bahwa kehadiran Unhas Press tidak hanya sebagai lembaga penerbitan, tetapi juga sebagai mitra bagi para penulis dalam mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan.

“Kami ingin menjadi rumah bagi gagasan-gagasan yang lahir dari kampus maupun masyarakat. Melalui penerbitan yang profesional, kami berharap semakin banyak karya berkualitas yang dapat memberi manfaat luas bagi publik,” tutupnya.