MAKASSAR, UNHAS.TV – Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Asosiasi Program Studi Mandarin Indonesia (APSMI) memasuki hari kedua di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (17/9/2026).
Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Innovate Room Unhas Hotel and Convention ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Memasuki hari kedua, Munas APSMI membahas sejumlah agenda organisasi, mulai dari pertanggungjawaban kinerja kepengurusan, evaluasi program, hingga agenda kerja dan pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin di Indonesia.
Ketua Umum APSMI, Dr Elly Romy SE BA MCSCI mengatakan Munas merupakan kegiatan tahunan yang menjadi wadah bagi anggota APSMI untuk menyatukan berbagai gagasan, melakukan evaluasi, serta memperbarui informasi dan program organisasi.
“Agenda utama dari kegiatan ini adalah satu pertanggungjawaban kinerja pada tahun 2026 tersebut, jadi apa yang sudah dilakukan dan apa yang harus kita evaluasi. Jadi ini semua sangat bermanfaat saat Munas. Ini adalah suatu kolaborasi semua universitas yang sudah ada di APSMI,” ujar Elly Romy.

AGENDA ORGANISASI - Peserta Munas ke-6 APSMI mengikuti pembahasan agenda organisasi di Innovate Room Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026). Kegiatan membahas evaluasi kepengurusan dan pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin Indonesia. (Unhas TV / Husnul Khotimah)
Selain evaluasi kinerja, rangkaian Munas juga memuat pembahasan materi HSK 3 dan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang berkaitan dengan pengembangan pembelajaran Bahasa Mandarin.
Elly Romy mengatakan pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin ke depan perlu didukung melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan institusi yang memiliki program pendidikan Bahasa Mandarin maupun Institut Confucius.
“Paling penting kita seluruh universitas yang ada Prodi Bahasa Mandarin dan ada yang bergabung yang ada terbentuk Institut Confucius saling bisa kolaborasi dan membantu, supaya pendidikan Bahasa Mandarin di Indonesia semakin berkembang dan semakin maju agar mendapat SDM yang mempunyai kompeten yang berbahasa Mandarin,” tuturnya.
Selain agenda organisasi dan akademik, Munas APSMI juga membahas peluang pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program magang di Taiwan.

AGENDA ORGANISASI - Peserta Munas ke-6 APSMI mengikuti pembahasan agenda organisasi di Innovate Room Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026). Kegiatan membahas evaluasi kepengurusan dan pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin Indonesia. (Unhas TV / Husnul Khotimah)
Program tersebut berkaitan dengan The New Southbound Policy yang dijalankan Taiwan. Melalui program ini, mahasiswa Program Studi Mandarin berkesempatan mengikuti magang di industri hospitality atau perhotelan untuk mempraktikkan kemampuan Bahasa Mandarin secara langsung di lingkungan profesional.
Program magang tersebut juga membuka peluang bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan program selama dua semester untuk kembali ke Taiwan dan bekerja sebagai skill worker di industri hospitality.
Kesempatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik sekaligus memperluas pemahaman mengenai dunia profesional.
Melalui pelaksanaan Munas APSMI ke-6, evaluasi program dan pembaruan agenda organisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi serta mendorong pengembangan pendidikan dan kompetensi Bahasa Mandarin di Indonesia.
(Husnul Hatima / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)
AGENDA ORGANISASI - Peserta Munas ke-6 APSMI mengikuti pembahasan agenda organisasi di Innovate Room Unhas Hotel and Convention, Makassar, Kamis (17/9/2026). Kegiatan membahas evaluasi kepengurusan dan pengembangan pendidikan Bahasa Mandarin Indonesia. (Unhas TV / Husnul Khotimah)








