Mahasiswa
Pendidikan

IEIS 2026: Mahasiswa Unhas Diajak Pahami Peran LNG dalam Transisi Energi Indonesia

Himaji FEB Unhas menggelar Indonesia Economic Insight Seminar (IEIS) 2026 di Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (10/9/2026). (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi (Himaji) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas) menggelar Indonesia Economic Insight Seminar (IEIS) 2026 di Kampus Unhas Tamalanrea, Kamis (10/9/2026).

Seminar yang berlangsung di Aula Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ini mengangkat tema "Navigating the Energy Crossroads: Peran LNG sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia Menuju Net Zero Emission".

Kegiatan yang menjadi rangkaian hari kedua acara himpunan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa Unhas yang antusias mengikuti pembahasan mengenai perkembangan sektor energi nasional serta strategi menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

IEIS 2026 menghadirkan tiga narasumber dari unsur akademisi, praktisi industri, dan pemerintah. Dari unsur pemerintah, hadir Tony Susandy ST MBA yang menjabat Direktur Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Dari kalangan akademisi, tampil Dr Ir Muhammad Jibril Tajibu SE MSi yang merupakan pakar ekonomi sumber daya di Unhas. Sementara dari sektor industri, hadir Muhammad Anas Pradipta selaku Group Head Gas Supply & Trading LNG Trading PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

Ketiga narasumber membahas berbagai aspek pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai salah satu sumber energi transisi dalam mendukung target net zero emission Indonesia.

Sekretaris Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unhas, Fitriwati Djam'an SE MSi PhD yang hadir mewakili Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan IEIS 2026.

Menurutnya, seminar ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai isu energi terkini.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan seminar yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi dengan tema Navigating the Energy Crossroads, Peran LNG sebagai Jembatan Transisi Energi Indonesia Menuju Net Zero Emission," ujar Fitriwati.

"Saya sangat mengapresiasi antusiasme dan kerja keras adik-adik mahasiswa, khususnya Himpunan Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin, sehingga acara ini bisa terlaksana dengan baik. Tema yang diambil juga sangat bagus dan sangat update," tambahnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat ditindaklanjuti dan terus dikembangkan pada masa mendatang.

Fitriwati menjelaskan, tujuan utama seminar ini adalah menambah wawasan tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi kalangan akademisi dan dosen, dengan melibatkan tiga unsur sekaligus, yakni akademisi, praktisi, dan pemerintah.

"Sehingga kita mengetahui bagaimana isu terbaru khususnya mengenai energi terbarukan dan untuk menyongsong target net zero emission ke depan," katanya.

Fitriwati menegaskan, pimpinan Departemen maupun Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas sangat mendukung kegiatan mahasiswa yang bersifat positif serta mampu membangun keilmuan, aktivitas, dan organisasi, khususnya di lingkungan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi.

Selain paparan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, kehadiran akademisi dan praktisi industri dalam IEIS 2026 turut memberikan sudut pandang yang lebih komprehensif mengenai perkembangan sektor energi nasional.

Kombinasi perspektif dari tiga sektor tersebut diharapkan mampu memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap kompleksitas transisi energi di Indonesia.

Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami tantangan energi masa depan serta pentingnya kolaborasi antarsektor dalam mewujudkan transisi energi yang efektif dan berkelanjutan.

LNG, sebagai salah satu sumber energi yang dinilai lebih bersih dibanding energi fosil konvensional, disebut memiliki peran strategis sebagai penghubung menuju pemanfaatan energi terbarukan secara penuh, sejalan dengan komitmen Indonesia mencapai target net zero emission pada 2060 mendatang.

Penyelenggaraan IEIS 2026 turut menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendorong diskursus publik mengenai isu-isu strategis nasional, khususnya di bidang energi, melalui forum yang mempertemukan generasi muda dengan para pemangku kepentingan dari berbagai sektor.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)