Internasional

Ongkos Perang di Iran Membengkak, Trump: Saya Tidak Memikirkan Kondisi Keuangan Rakyat

MAKASSAR, UNHAS.TV - Pentagon menegaskan ongkos perang melawan Iran membengkak jauh dari perkiraan sebelumnya yakni dari 25 miliar Dollar AS menjadi 29 miliar Dollar AS.

Namun, seorang pakar dari Harvard Kennedy School tidak yakin bahwa biaya perang yang yang dihabiskan mencapai 20 miliar Dollar AS. Ia meyakini biaya perang malah sudah menembus 1 kuadriliun Dollar AS. Angka itu bila mempertimbangkan biaya perbaikan sejumlah fasilitas militer yang dihancurkan oleh Iran. 

Presiden Donald Trump pun menyadari biaya perang yang membengkak. Meski ia tidak menyebut secara jelas, pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping itu sesungguhnya ditujukan agar China bisa jadi mediator kesepakatan penghentian perang melawan Iran. 

China dinilai punya peran yang cukup kuat untuk mengubah keputusan Iran karena hubungan kedua negara yang sangat baik. Apalagi China banyak mengimpor minyak mentah dari Iran.

Saking pentingnya peran China, Amerika Serikat bahkan membiarkan kapal tanker China bisa melewati Selat Hormuz untuk membawa minyak mentah. Padahal, kapal lain tetap dihalangi,

Ditanya media sebelum ke China mengenai membengkaknya biaya perang itu, Trump menegaskan berapapun ongkos yang harus dikeluarkan, tidak akan jadi masalah. Menurutnya, perang ini untuk memaksa Iran agar tidak mengembangkan persenjataan berbasis nuklir.

"Saya tidak memikirkan situasi keuangan rakyat Amerika. Satu hal yang saya pikirkan: kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Intinya, (Iran) tidak boleh," ujarnya di Gedung Putih.(*)