NANTES, UNHAS.TV – Pantai Gading mencetak kemenangan mengejutkan atas Prancis dalam laga persahabatan internasional menjelang turnamen Piala Dunia 2026.
Bermain di Stade de la Beaujoire, Nantes, Kamis (4/6/2026) malam, tim berjuluk Les Elephants membalikkan keadaan dan menaklukkan tuan rumah dengan skor 2-1.
Prancis lebih dulu unggul melalui Rayan Cherki menjelang turun minum babak pertama. Namun Pantai Gading bangkit pada babak kedua lewat gol Guela Doue dan Amad Diallo.
Gol penentu dari gelandang Man United itu lahir enam menit sebelum waktu normal berakhir. Gol itu membungkam publik tuan rumah yang sejak awal datang untuk merayakan fase terakhir Didier Deschamps bersama Les Bleus.
Laga ini menjadi bagian awal dari persiapan perpisahan Deschamps sebelum mundur setelah Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada.
Suasana stadion sejak awal terasa seperti pesta. Suporter membawa potongan wajah Deschamps dan membentangkan spanduk besar untuk memberi penghormatan kepada pelatih yang telah lama memimpin Prancis.
Skenario itu sempat berjalan sesuai harapan. Prancis menekan sejak menit awal. Kylian Mbappe memaksa Yahia Fofana melakukan penyelamatan cepat.
Marcus Thuram kemudian membuang peluang dari posisi menjanjikan. Adrien Rabiot juga nyaris mencetak gol melalui tembakan melengkung dari luar kotak penalti.
Pantai Gading sempat mengancam menjelang akhir babak pertama. Simon Adingra lolos dari kawalan, tetapi Mike Maignan sigap menutup ruang tembak. Tiga menit sebelum jeda, Prancis akhirnya memecah kebuntuan.
Cherki, yang tampil agresif di lini depan, melepaskan tembakan jarak jauh yang sempat ditepis. Bola kembali dikuasai Prancis. Cherki lalu menusuk ke kotak penalti dan menuntaskan serangan dengan sepakan rendah.
Keunggulan itu tidak bertahan lama setelah jeda. Delapan menit babak kedua berjalan, Nicolas Pepe mengirim umpan terobosan yang gagal dipotong Ibrahima Konate.
Guela Doue menyambut bola, berhadapan satu lawan satu dengan Maignan, lalu menuntaskannya dengan tenang. Skor menjadi 1-1 dan kendali pertandingan mulai bergeser.
Prancis mencoba merespons. Jean-Philippe Mateta mendapat peluang, tetapi belum mampu mengubah keadaan.
Di sisi lain, Seko Fofana juga sempat mengancam pertahanan tuan rumah. Intensitas Pantai Gading meningkat ketika Prancis mulai kehilangan struktur pertahanan.
Pukulan terakhir datang pada menit ke-84. Melalui rangkaian umpan rapi, Pantai Gading membongkar sisi pertahanan Prancis. Amad Diallo menyambar bola dengan tembakan pertama ke sudut kiri bawah gawang. Maignan terpaku. Stade de la Beaujoire mendadak senyap.
Secara statistik, kekalahan ini memperlihatkan masalah utama Prancis. Mereka mencatat 15 percobaan, tetapi hanya menghasilkan 0,88 expected goals dan tidak menciptakan satu pun peluang besar.
Pantai Gading lebih efisien. Mereka membukukan 1,31 expected goals dan mencetak dua gol dari dua tembakan tepat sasaran.
Bagi Deschamps, hasil ini menjadi peringatan sebelum laga pemanasan terakhir melawan Irlandia Utara di Lille, Senin, 8 Juni 2026.
Prancis harus memperbaiki ketajaman serangan dan konsentrasi bertahan. Dominasi bola tidak cukup. Di Nantes, Pantai Gading menunjukkan bahwa satu kelengahan bisa mengubah pesta menjadi kekalahan. (*)
RAYAKAN GOL - Para pemain Pantai Gading merayakan gol yang dicetak ke gawang Prancis dalam pertandingan persahabatan pra-Piala Dunia, di Nantes, Kamis (4/6/2026) malam. (Screenshot Mykhel.com)





-300x169.webp)


