MAKASSAR, UNHAS.TV - Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat, Meity Rahmatia, mengajak pemuda Islam mempersiapkan diri mengambil peran dalam kepemimpinan masa depan.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera itu, organisasi gerakan mahasiswa dapat menjadi ruang penting untuk membentuk kapasitas intelektual, sosial, dan kepemimpinan generasi muda.
Meity menyampaikan pandangan tersebut saat menjadi pembicara kunci dalam pelantikan Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI Sulawesi Selatan di Balai Kota Makassar, Minggu (4/10/2026).
Menurut Meity, mahasiswa yang aktif dalam organisasi gerakan seperti KAMMI memiliki kesempatan mengembangkan tiga aspek sekaligus: kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Aktivitas organisasi, kata dia, tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga melatih pengabdian sosial, kerja lapangan, dakwah, dan kepemimpinan.
“Saya sangat tertarik dengan ayat yang dibacakan oleh qari pada pembukaan acara ini, ayat tentang tujuan diciptakannya manusia sebagai khalifah di muka bumi,” kata Meity di hadapan peserta pelantikan.
Ia mengatakan konsep manusia sebagai khalifah perlu menjadi salah satu pegangan pemuda Islam dalam melihat tanggung jawab sosialnya.
Menurut dia, kepemimpinan tidak sebatas menduduki jabatan, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan memberi manfaat dan berkontribusi bagi masyarakat.
Meity menilai KAMMI merupakan salah satu organisasi mahasiswa Islam yang masih mempertahankan identitas dan ideologinya.

PELANTIKAN - Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Meity Rahmatia saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan di Balai Kota Makassar, Ahad (4/10/2026). Ia mengajak pemuda Islam menyiapkan kepemimpinan masa depan melalui aktivisme organisasi. (Dok KAMMI Sulsel)
Ia menyebut konsep “muslim negarawan” yang dikembangkan organisasi tersebut sebagai upaya memadukan nilai-nilai Islam dengan tuntutan kemajuan dan modernitas.
“Tidak sedikit organisasi gerakan mahasiswa yang bisa bertahan dalam ideologinya. Sampai saat ini KAMMI adalah organisasi yang memegang teguh prinsip dan nilai ajaran Islam yang bersandar pada Al-Quran dan Sunnah,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Meity juga menyinggung kecenderungan sebagian generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu dalam ruang privat dan digital.
Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi membuat anak muda semakin berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pribadi apabila tidak diimbangi dengan aktivitas sosial.
Ia membandingkannya dengan kegiatan organisasi kemahasiswaan yang, menurut dia, mendorong anggotanya terlibat dalam agenda kolektif dan kepentingan masyarakat.
“Ciri pemuda gerakan, setiap waktunya selalu diarahkan pada kemanfaatan,” kata doktor bidang ekonomi tersebut. Ia meminta kader KAMMI tetap konsisten menjalani aktivisme serta memperluas keterlibatan mahasiswa dan anak muda.
Pelantikan Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan mengusung tema "Meneguhkan Estafet Kepemimpinan, Menguatkan Sinergi Gerakan, Mengakselerasi Kontribusi KAMMI untuk Sulawesi Selatan.”
Sejumlah pejabat, politikus, akademikus, dan aktivis menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI Ahmad Jundi Khalifatullah; Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sulawesi Selatan Andi Munawir yang mewakili gubernur; serta Asisten I Pemerintah Kota Makassar Andi Irwan Bangsawan yang mewakili wali kota.
Hadir pula Kepala Kesbangpol Kota Makassar Fatur Rahim, anggota DPRD Kota Makassar Aswar Rasmin, perwakilan KNPI Sulawesi Selatan Sofyan Tamrin, akademikus Basri Mahmud, serta kader dan alumni KAMMI dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.
Menutup pidatonya, Meity meminta pengurus baru tak berhenti pada seremoni pelantikan. “Tetap konsisten dan optimistis pada perjuangan yang telah dipilih. Sebarluaskan kebaikan. Ajak dan bina anak muda serta mahasiswa lebih luas untuk berperan aktif dalam organisasi ini,” ujarnya. (*)
PELANTIKAN - Anggota Komisi XIII DPR RI Dr Meity Rahmatia saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah KAMMI Sulawesi Selatan di Balai Kota Makassar, Ahad (4/10/2026). Ia mengajak pemuda Islam menyiapkan kepemimpinan masa depan melalui aktivisme organisasi. (Dok KAMMI Sulsel)
-300x169.webp)





-300x200.webp)
-300x174.webp)
