Sulsel
Terkini

Kloter Pertama Haji Asal Soppeng Tiba 1 Juni, PPIH Makassar Siapkan Skema Garbarata Baru

KLOTER HAJI - Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Provinsi Sulsel Ikbal Ismail mengatakan PPIH Makassar siap menyambut Kloter 1 jamaah haji asal Soppeng pada tanggal 1 Juni 2026. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji atau PPIH Embarkasi Makassar menyiapkan penerimaan jemaah haji kloter pertama yang dijadwalkan tiba pada Senin, 1 Juni 2026. Jemaah pertama yang akan diterima berasal dari Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail mengatakan seluruh persiapan penerimaan jemaah telah dilakukan di Asrama Haji Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kloter pertama dijadwalkan tiba sekitar pukul 22.30 WITA setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

“InsyaAllah, Embarkasi Makassar akan menerima kloter pertama pada tanggal 1 Juni. Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk menerima jemaah haji kloter pertama dari Kabupaten Soppeng,” kata Ikbal di Makassar, Minggu (31/5/2026).

Menurut Ikbal, kloter pertama tersebut berjumlah 386 jemaah asal Kabupaten Soppeng dan satu jemaah asal Kota Makassar. Setelah tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jemaah akan diarahkan menuju Asrama Haji Sudiang untuk mengikuti proses penerimaan resmi.

Penerimaan jemaah haji tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jemaah turun dari pesawat menggunakan tangga portabel lalu langsung menuju bus, tahun ini jemaah akan melalui garbarata bandara.

Skema baru itu disiapkan setelah PPIH Embarkasi Makassar berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan.

Ikbal menjelaskan, alur kedatangan jemaah akan dibedakan berdasarkan kondisi fisik. Jemaah dalam kondisi sehat akan turun melalui garbarata, masuk ke terminal kedatangan, lalu menuju bus yang telah disiapkan. Sementara jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda akan mendapat layanan khusus.

“Jemaah yang sehat melalui garbarata, turun tangga, masuk terminal, keluar lalu naik bus. Jemaah yang kursi roda dan lansia keluar garbarata, turun melalui lift, kemudian masuk bus,” ujar Ikbal.

Setelah tiba di Asrama Haji Sudiang, jemaah akan diterima di Aula Arafah. Bagi jemaah lanjut usia atau yang membutuhkan pemulihan, panitia akan mengarahkan mereka untuk beristirahat di klinik sebelum diserahkan kepada PPIH daerah masing-masing.

Ikbal mengatakan perubahan alur kedatangan ini terutama dilakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih aman dan tertib.

Menurut Ikbal, penggunaan garbarata menjadi hal baru dalam proses pemulangan jemaah haji di Embarkasi Makassar. “Perbedaannya itu, melalui garbarata. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah melalui garbarata,” kata dia.

Setelah proses penerimaan resmi selesai, jemaah akan diserahkan kepada PPIH daerah serta pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Selanjutnya, pemerintah daerah akan mengatur pemulangan jemaah ke daerah asal mereka.

PPIH Embarkasi Makassar menyatakan kesiapan layanan mencakup pengaturan kedatangan, transportasi, penerimaan di aula, pemeriksaan kondisi jemaah, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.

Skema itu disiapkan untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar, terutama bagi jemaah lanjut usia dan jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas.

Embarkasi Makassar menjadi salah satu pintu pemulangan jemaah haji dari kawasan timur Indonesia. Karena itu, PPIH menekankan pentingnya koordinasi antara panitia, otoritas bandara, petugas kesehatan, dan pemerintah daerah dalam setiap tahapan kedatangan.

(Wandi Nojeng / Unhas TV)