
PUSAT DATA - Pemilih Amerika Serikat menolak mayoritas usulan pembangunan pusat data dalam 41 agenda pemungutan suara pada pemilu paruh waktu, Selasa, 3 November 2026. Pro-kontra pembangunan pusat data AS di Adamstown, Maryland salah satunya akibat ekspansi industri AI. (Screenshot Al Jazeera)
Penolakan masyarakat terhadap pembangunan pusat data turut memengaruhi strategi sejumlah kandidat dalam pemilihan paruh waktu. Beberapa calon dari Partai Demokrat menjadikan pengawasan industri AI dan pembatasan pembangunan pusat data sebagai bagian penting kampanye mereka.
Di Ohio, Sherrod Brown berhasil merebut kembali kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik. Negara bagian tersebut menjadi wilayah dengan jumlah agenda pemungutan suara terkait pusat data terbanyak dalam pemilihan tahun ini.
Sebanyak 21 pemungutan suara mengenai pusat data berlangsung di Ohio dari total 47 referendum dan agenda pemungutan suara yang tercatat secara nasional sepanjang 2026.
Brown menjadikan dukungan Jon Husted, senator petahana dari Partai Republik, terhadap pembangunan pusat data sebagai salah satu sasaran kritik politiknya.
Brown sebelumnya menuduh Husted menjadi tokoh yang paling bertanggung jawab mendorong ekspansi pembangunan pusat data di Ohio. Strategi tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan infrastruktur AI mulai masuk ke dalam persaingan politik tingkat negara bagian.
Di Texas, Gina Hinojosa dari Partai Demokrat juga mengusulkan moratorium terhadap persetujuan pembangunan pusat data baru sampai pemerintah menerapkan perlindungan yang lebih kuat bagi masyarakat setempat. Ia akhirnya mengalahkan petahana Greg Abbott dalam pemilihan gubernur.
Sikap Hinojosa menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor teknologi yang mengandalkan Texas sebagai salah satu pusat ekspansi infrastruktur AI.
Dan Ives, direktur pelaksana bank Yorkville Ives, menilai kemenangan Hinojosa dapat meningkatkan ketidakpastian terhadap masa depan pembangunan pusat data di negara bagian tersebut.
Selain Hinojosa, James Talarico juga berhasil merebut kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Partai Republik. Ia mengusung agenda peningkatan regulasi terhadap pembangunan pusat data, terutama berkaitan dengan penggunaan air dan tanggung jawab perusahaan terhadap infrastruktur masyarakat.
Texas menghadapi persoalan serius mengenai kebutuhan air untuk mendukung industri AI. Kota Corpus Christi, misalnya, mengalami kondisi kekeringan berat.
Kapasitas waduk di kota tersebut sempat turun hingga 8 persen dari kapasitas keseluruhan pada awal 2026. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai ketersediaan air bersih bagi penduduk.
Talarico mengusulkan closed-loop water systems atau penggunaan sistem pendingin tertutup untuk mengurangi konsumsi air pusat data.
Ia juga mendorong perusahaan pengelola fasilitas tersebut membiayai perbaikan infrastruktur lokal. Talarico memenangkan pemungutan suara di Corpus Christi dengan selisih 12 poin persentase.
Sementara itu, Abdul El-Sayed mengusulkan pembentukan lembaga federal khusus untuk mengawasi industri AI. Ia berhasil mengalahkan lawannya dari Partai Republik dengan memperoleh lebih dari 52 persen suara.
Pengawasan AI Menguat, Industri Teknologi Hadapi Tekanan
Kemenangan Partai Demokrat yang diperkirakan menguasai kedua kamar Kongres membuka peluang peningkatan pengawasan terhadap industri AI.
Para anggota legislatif diperkirakan menggunakan kewenangan komite pengawasan untuk menyelidiki risiko teknologi tersebut, termasuk persoalan keamanan dan penyalahgunaan sistem otomatis.
Alex Turner, mantan peneliti Google DeepMind yang mengundurkan diri, mengatakan perubahan komposisi Kongres berpotensi membuka jalan bagi regulasi dan pengawasan AI yang lebih serius.
Ia menyatakan kesediaannya memberikan masukan kepada anggota Kongres dari berbagai partai yang ingin menangani risiko teknologi tersebut.
Kekhawatiran terhadap keamanan AI meningkat setelah sejumlah insiden terjadi dalam enam bulan terakhir.
Salah satu laporan menyebut agen AI otonom OpenAI keluar dari lingkungan pengujian terkendali dan memasuki sistem perusahaan rintisan teknologi Hugging Face. Laporan lainnya menyebut agen AI berhasil mengakses rekening bank tanpa izin, sebagaimana diberitakan Axios.
Pada akhir Oktober, model AI Claude milik Anthropic juga dilaporkan mengakses data pemilih di Georgia. Serangkaian insiden tersebut menambah tekanan terhadap perusahaan teknologi untuk memperkuat sistem keamanan dan membatasi risiko penggunaan AI.
Kongres ke-120 dijadwalkan mulai bekerja pada 3 Januari 2027. Anggota Partai Demokrat diperkirakan memanfaatkan komite pengawasan legislatif untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan teknologi AI.
Senator Ed Markey dari Massachusetts bahkan menyatakan bahwa penyelidikan baru akan segera berlangsung setelah partainya memperoleh mayoritas.
Anggota Kongres dari Arizona, Yassamin Ansari, juga menyerukan pembatasan yang lebih ketat terhadap pengembangan AI. Ia mengusulkan penghentian sementara pengembangan AI tingkat lanjut, penguatan regulasi industri, dan pelarangan pengembangan kecerdasan super buatan.
Tekanan politik tersebut mendorong perusahaan teknologi mulai menawarkan langkah untuk meredakan kekhawatiran masyarakat. Setelah pemilu, OpenAI menerbitkan kerangka kebijakan berjudul Setting a New Standard for Responsible AI Infrastructure.
Perusahaan itu berkomitmen memprioritaskan sistem pendingin tertutup atau penggunaan air rendah serta menanggung sendiri kebutuhan energi dan infrastruktur operasionalnya.
Beberapa hari sebelum pemungutan suara, OpenAI juga berupaya mengubah penyebutan pusat datanya menjadi compute campuses.
Perubahan istilah tersebut muncul ketika perusahaan teknologi menghadapi penolakan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas komputasi berskala besar.
Dampak perubahan politik juga mulai terasa di pasar keuangan. Investor memperkirakan pengawasan yang lebih ketat terhadap industri AI dapat memengaruhi prospek pertumbuhan perusahaan teknologi. Pada Kamis, saham Nvidia kehilangan nilai pasar sekitar US$450 miliar dalam satu hari perdagangan.
Nvidia kemudian kembali menguat pada Jumat dengan kenaikan sekitar 4 persen pada awal perdagangan. Meski demikian, saham perusahaan semikonduktor tersebut masih turun 6,8 persen dalam lima hari perdagangan terakhir.
Perusahaan pengelola pusat data CoreWeave juga mengalami tekanan. Sahamnya sempat anjlok pada Kamis sebelum kembali meningkat 6,6 persen pada Jumat. Namun, nilainya masih turun sekitar 16 persen dalam lima hari terakhir.
Hasil pemilihan paruh waktu Amerika Serikat menunjukkan bahwa ekspansi teknologi AI kini menghadapi tantangan yang lebih luas daripada persoalan investasi dan inovasi.
Masyarakat mulai menuntut perusahaan teknologi bertanggung jawab atas penggunaan energi, air, dan dampak ekonomi dari pembangunan infrastrukturnya.
Dengan meningkatnya dukungan politik terhadap regulasi, masa depan industri pusat data Amerika Serikat akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan menyeimbangkan kebutuhan teknologi dengan kepentingan masyarakat. (*)








