BANTAENG, UNHAS.TV - Warga Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan dan kegiatan masyarakat.
Rangkaian acara berlangsung pada 7-12 Agustus 2026 dengan melibatkan pemerintah desa, pemuda, karang taruna, masyarakat, serta mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin.
Sejumlah kegiatan digelar sejak pembukaan hingga malam puncak perayaan. Warga mengikuti fun run, sedangkan anak-anak berpartisipasi dalam lomba futsal dan makan kerupuk. Panitia juga mengadakan lomba joget balon untuk ibu-ibu serta kompetisi membuat kue tradisional.
Kepala Desa Bonto Salluang Marsuki mengatakan perayaan HUT Kemerdekaan RI merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Pemerintah desa, kata dia, menyediakan anggaran khusus untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Di Bonto Salluang setiap tahun dilaksanakan. Dan kita anggarkan tersendiri terkait dengan memeriahkan HUT RI ini,” kata Marsuki.

Kepala Desa Bonto Salluang Marsuki. (Dok KKN Unhas)
Menurut dia, perayaan tahun ini tetap mempertahankan sejumlah perlombaan yang telah digelar pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, panitia juga menambah beberapa kegiatan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
Marsuki mengatakan selama tiga tahun terakhir rangkaian peringatan kemerdekaan di desanya berlangsung meriah.
Tahun ini, kata dia, suasana perayaan menjadi berbeda karena mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas bergabung bersama pemuda dan karang taruna dalam kepanitiaan. Keterlibatan mereka berlangsung di luar program kerja utama KKN yang sebelumnya telah disusun.
“Yang istimewa juga karena ada adik-adik dari KKN Unhas yang ikut berpartisipasi di kegiatan 17-an ini,” ujar Marsuki.

LOMBA AGUSTUSAN - Mahasiswa KKN-T 116 Unhas bersama pemuda Desa Bonto Salluang memeriahkan HUT ke-81 RI di Bantaeng, 7–12 Agustus 2026. Mereka berkolaborasi menggelar berbagai lomba untuk mempererat kebersamaan warga desa selama perayaan. (Dok KKN Unhas)
Ia mengatakan bentuk kolaborasi mahasiswa dan pemuda desa terlihat dalam pembagian tugas kepanitiaan serta pelaksanaan setiap perlombaan.
Menurut Marsuki, kehadiran mahasiswa membantu panitia menyukseskan rangkaian kegiatan sekaligus memperkuat interaksi antara peserta KKN dan masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan malam puncak yang diisi penyerahan hadiah kepada para pemenang perlombaan serta kegiatan kebersamaan masyarakat. Lomba pembuatan kue tradisional menjadi salah satu agenda menjelang acara penutupan tersebut.
Marsuki berharap peringatan kemerdekaan di Bonto Salluang dapat terus digelar dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya.
Ia juga berharap mahasiswa KKN kembali hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat di desa tersebut. “Harapannya mudah-mudahan HUT RI ini meriah di tahun-tahun berikutnya,” kata dia.
Marsuki menyampaikan terima kasih kepada pemuda Bonto Salluang serta mahasiswa KKN-T Unhas yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurut dia, perayaan kemerdekaan menjadi salah satu cara masyarakat menikmati sekaligus memaknai 81 tahun kemerdekaan Indonesia.
Kolaborasi tersebut membuat peringatan HUT ke-81 RI di Bonto Salluang tidak hanya menjadi ajang perlombaan. Kegiatan itu juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah desa, pemuda, warga, dan mahasiswa untuk membangun kebersamaan selama pelaksanaan KKN-T Unhas di desa tersebut. (*)
LOMBA AGUSTUSAN - Mahasiswa KKN-T 116 Unhas bersama pemuda Desa Bonto Salluang memeriahkan HUT ke-81 RI di Bantaeng, 7–12 Agustus 2026. Mereka berkolaborasi menggelar berbagai lomba untuk mempererat kebersamaan warga desa selama perayaan. (Dok KKN Unhas)
-300x178.webp)
-300x169.webp)






