BANTAENG, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi dan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci piring di Desa Papan Loe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Posko Desa Papan Loe itu diikuti 21 ibu rumah tangga dan 18 warga lainnya. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program pengelolaan sampah dalam tema Perubahan Iklim yang diusung mahasiswa KKN Unhas.
Mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan pengertian minyak jelantah serta risiko yang muncul apabila limbah tersebut dibuang langsung ke lingkungan.
Pembuangan minyak bekas secara sembarangan dapat mencemari air, menyumbat saluran pembuangan, dan menurunkan kualitas lingkungan permukiman.
Peserta juga mendapat penjelasan mengenai dampak kesehatan apabila minyak jelantah digunakan berulang kali untuk mengolah makanan.
Setelah itu, mahasiswa memperkenalkan konsep ekonomi sirkular, yakni pemanfaatan limbah sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mengolah minyak jelantah yang sebelumnya telah disaring dan direndam.
Minyak tersebut kemudian digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun cuci piring. Peserta mengikuti tahapan pengolahan sejak pencampuran bahan hingga proses pembentukan sabun.
Penanggung jawab program, Pyta Nur Chumairah, mengatakan kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga.
“Warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, perlu lebih awas dalam mengelola minyak jelantah yang diproduksi setiap hari. Pengolahan ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi,” kata Pyta.
Ketua PKK Desa Papan Loe Dewi Ayu Rahayu turut menghadiri kegiatan tersebut dan menyaksikan proses edukasi serta praktik pembuatan sabun. Para peserta terlihat menyimak materi dan mengikuti demonstrasi yang disampaikan mahasiswa.
Mahasiswa KKN berharap warga dapat menerapkan pengolahan minyak jelantah secara mandiri dan berkelanjutan. Selain menekan pencemaran lingkungan, kegiatan ini berpotensi membuka peluang usaha rumah tangga melalui produksi sabun berbahan limbah.
Program tersebut juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim. (*)
PEMBUATAN SABUN - Mahasiswa KKN Unhas Pyta Nur Chumairah membuat pelatihan untuk ibu-ibu PKK cara pembuatan sabun dari bahan minyak jelantah di Desa Papan Loe, Kabupaten Bantaeng, Minggu (26/7/2026). (Dok KKN Unhas)





-300x153.webp)


