MAKASSAR, UNHAS.TV – Antusiasme terhadap proses rekrutmen Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin) Universitas Hasanuddin terbilang tinggi.
Hingga berakhirnya masa pendaftaran pada Jumat (29/5/2026) pukul 16.00 WITA, puluhan profesional dari berbagai daerah dan latar belakang telah mengajukan diri untuk mengikuti seleksi posisi strategis tersebut.
Para pendaftar berasal dari beragam sektor, mulai dari pelaku startup teknologi, bankir senior, profesional perusahaan nasional dan multinasional, hingga kalangan manajerial yang berpengalaman memimpin organisasi bisnis berskala besar.
Tidak hanya berasal dari Sulawesi Selatan, sejumlah kandidat juga datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Ini menunjukkan bahwa Hadin memiliki daya tarik yang kuat di kalangan profesional. Kami melihat banyak figur dengan pengalaman yang sangat beragam, mulai dari dunia perbankan, industri, teknologi, hingga pengelolaan perusahaan besar yang tertarik untuk ikut berkontribusi dalam membangun ekosistem bisnis Universitas Hasanuddin," ujarnya melalui sambungan telepon dari Saudi Arabia, Sabtu (30/5/2026)..
Menurut Eka Sastra, saat ini tim seleksi memasuki tahap verifikasi dan seleksi administrasi yang berlangsung pada 29–30 Mei 2026. Pada tahap ini, seluruh dokumen pelamar akan diperiksa untuk memastikan kelengkapan, keabsahan, serta kesesuaian dengan kualifikasi yang telah ditetapkan.

Peserta yang lolos seleksi administrasi akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni uji kompetensi dan psikologi yang dijadwalkan berlangsung pada 1–3 Juni 2026. Tahap ini mencakup assessment center oleh lembaga independen, tes kepribadian dan kepemimpinan, leaderless group discussion, serta in-basket exercise.
Selanjutnya, para kandidat terbaik akan diminta menyusun dan mempresentasikan makalah visi bertema Strategi Hadin 2026–2030 pada 7–8 Juni 2026.
Setelah itu, mereka akan mengikuti wawancara mendalam menggunakan metode Behavioral Event Interview (BEI) pada 9–10 Juni 2026 sebelum akhirnya tim seleksi menetapkan kandidat terpilih melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16–18 Juni 2026.
Eka Sastra menjelaskan bahwa posisi Direktur Utama Hadin membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki rekam jejak bisnis yang kuat, tetapi juga mampu membangun sinergi antara dunia akademik dan industri.
"Direktur Utama Hadin nantinya akan memimpin proses konsolidasi aset, mengembangkan portofolio bisnis, membangun rantai nilai holding, memperkuat tata kelola perusahaan, sekaligus membuka jejaring strategis dengan dunia usaha, investor, dan berbagai mitra bisnis," katanya.
Karena itu, kompetensi yang dicari mencakup kemampuan kepemimpinan strategis (strategic leadership), pengembangan bisnis lintas sektor (business development), tata kelola perusahaan (good corporate governance), manajemen risiko, kepemimpinan transformasi digital, hingga kemampuan membangun ekosistem bisnis yang berbasis riset dan inovasi akademik.

Sebagai holding company Universitas Hasanuddin, Hadin diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi kampus (Strategic Economy Engine) yang menghubungkan kekuatan akademik, riset, dan inovasi Unhas dengan kebutuhan industri, pasar, serta investasi.
Ke depan, Hadin akan mengelola dan mengembangkan berbagai portofolio bisnis yang dimiliki Universitas Hasanuddin secara lebih profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan.
Tingginya jumlah pelamar menjadi sinyal positif bahwa agenda transformasi bisnis Universitas Hasanuddin mendapat perhatian luas dari kalangan profesional nasional.
Dalam beberapa pekan ke depan, publik akan menyaksikan proses seleksi yang akan menentukan siapa figur terbaik yang dipercaya memimpin Hadin memasuki fase baru sebagai holding company strategis milik Universitas Hasanuddin.
undefined
-300x206.webp)
-300x200.webp)





-300x169.webp)
